Suara.com - Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat memprediksi penggunaan besek daging kurban dan kantong ramah lingkungan menekan jumlah sampah plastik yang diperkirakan berkurang 30-40 persen dari total sampah per hari.
Per hari rata-rata jumlah sampah di Jakarta Barat yang diangkut ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang mencapai sekitar 1.450 ton. Dari jumlah itu, lanjut dia, sekitar 60 persen di antaranya merupakan sampah organik dan sisanya merupakan sampah anorganik termasuk plastik.
"Sekarang ini sudah mulai ada kesadaran. Selain besek, kami sarankan juga menggunakan kantong ramah lingkungan seperti telobag dan wadah sendiri seperti baskom untuk tempat daging kurban," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat Edy Mulyanto di Jakarta, Senin (12/8/2019).
Sebelum diangkut ke pembuangan akhir itu, sampah-sampah juga sudah terlebih dahulu dipilah karena sampah tersebut masih ada nilai ekonominya. Pengangkutan sampah, kata dia, dilakukan tiga kali jam kerja dalam sehari yakni pukul 24.00 - 08.00, 08.00 - 16.00 dan 16.00 hingga 24.00 WIB.
Saat ini, jumlah sampah yang dihasilkan setelah Idul Adha masih sedang dihitung namun diperkirakan jumlahnya masih tetap sama dengan jumlah rata-rata harian. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta penyaluran daging kurban menggunakan besek bambu.
Perumda Pasar Jaya kemudian mengupayakan distribusi ke wadah pengganti kantong plastik tersebut di 75 pasar tradisional dan 37 toko ritel di bawah Pasar Jaya. Awalnya, Pasar Jaya hanya menyalurkan sebanyak 20.000 besek ke 112 lokasi tersebut.
Namun, karena permintaan yang tinggi akhirnya jumlah tersebut ditambah hingga mencapai 85.000 besek. (Antara)
Berita Terkait
-
Gunakan Besek Saat Iduladha, DeDurian Park Ajak Masyarakat Tanam Bambu
-
Idul Kurban, Berkah Bagi Widjianto Penyandang Disabilitas Perajin Besek
-
Pasar Jaya Tak Kirim Besek untuk Daging Kurban Lagi, Pedagang Beli ke Jabar
-
Jual Satu Besek untuk Daging Kurban Rp 7500, Pedagang Sempat Diprotes
-
Besek Bambu Pengganti Plastik untuk Daging Hewan Kurban
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Babak Baru Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid
-
Resmi! Bahar Bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anggota Banser di Tangerang
-
Waspada Virus Nipah Mengintai! Kemenkes Ingatkan Jangan Konsumsi Nira Aren Segar dari Pohon
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta