Suara.com - Partai Gerindra telah memiliki tiga nama kandidat terkuat untuk mengisi salah satu kursi pimpinan DPR RI periode 2019-2024. Tiga kandidat terkuat itu ialah Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan Sufmi Dasco Ahmad serta Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani.
Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya mungkin saja diajukan sebagai kandidat dari Gerindra untuk kursi pimpinan DPR RI. Akan tetapi, ia menyebut tiga nama tersebut justru yang paling kuat untuk maju.
"Saya lihat ada Pak Dasco, Fadli, ada pak sekjen (Muzani)," kata Edhy di Kantor DPP Gerindra, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).
Namun untuk lebih pastinya, satu nama yang akan diajukan, berada di tangan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Mantan Danjen Kopassus tersebut juga akan mengumumkan nama tersebut.
"Nanti pada saatnya Prabowo akan umumkan," ujarnya.
Dari ketiga nama itu, baru Fadli yang terang-terangan mengatakan siap untuk maju. Kini, Fadli juga masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPR RI periode 2014-2019 dalam bidang politik dan keamanan.
Ia mengatakan lebih condong nyaman di DPR lantaran merasa lebih bisa menyampaikan aspirasi rakyat seperti yang diminta oleh konstituen di daerah pemilihannya.
"Ya saya sih siap saja kalau dicalonkan (wakil ketua DPR RI) lagi, namanya tugas kan. Nanti tergantung pada Ketua Dewan Pembina kepada Pak Prabowo. Tapi rasanya sih saya lebih cocok menyuarakan suara rakyatlah ya berarti di DPR, konstituen saya maunya di DPR," kata Fadli, Rabu (14/8/2019).
Baca Juga: Gelar Rapat, Prabowo Bentuk Tim Seleksi Pimpinan DPR - DPRD dari Gerindra
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen
-
Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara
-
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!
-
Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur
-
Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel
-
Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?