Suara.com - Putra Sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka kembali menanggapi cuitan soal doa buruk untuk ayahnya.
Melalu media jejaring Twitter pribadinya @Chilli_Pari, Gibran memberikan jawaban santai.
Seorang warganet @fadiahkhrisma membagikan foto tangkap layar tentang cuitan menyudutkan untuk Presiden Jokowi.
"Yang setuju Jokowi meninggal tahun depan like, yang pembela Jokowi komentar," demikian bunyi dalam tulisan tersebut.
Akun tersebut kemudian memberikan komentar dan menyenggol akun milik dua putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.
"Saya gak bisa bayangin kalau ortu saya yang dikatain begini mas @Chilli_Pari dan @kaesangp," cuit @fadiahkrsm.
Berbeda dari warganet yang tidak terima, Gibran justru memberikan komentar santai.
"Biarin aja," balas @Chilli_Pari, Rabu (21/8/2019).
Balasan dari ayah Jan Ethes tersebut langsung mendapat dukungan dari warganet lainnya.
Baca Juga: Disindir Soal Gelontoran Dana Rp 17 M, Gibran Semprot Warganet
"Hahahha setuju lah..biarin aja..hidup mati, urusan YME, bukan manusia," tulis @arnettmann.
"Wkkwkwkwkkwk, toh yang ngelike bukan Tuhan. Seakan mereka bisa nyabut nyawa yah, belum tahu kalau bisa aja malah mereka yang mati besok," komen @lipnow_mik.
Sebelumnya, Gibran menyemprot warganet yang menyindir gelontoran dana Rp 17 miliar ke perusahaan startup yang ia didirikan.
Awalnya seorang warganet @DirhamsyahRyan menanggapi pemberitaan tentang kucuran dana fantastis yang mengalir ke perusahaan Gibran.
Ia mempertanyakan nasib pelaku usaha kecil yang berbeda dengan Gibran. Lantas, ia mengaitkan hal itu dengan penguasa rezim dengan alasan yang tidak disebutkan.
"Bagaimana dengan nasib para petani/nelayan/pedagang/penggiat usaha kecil dsb..sudah dapat kucuran belum? Negeri ini hanya milik 'kroni' nya rejim....ternyata. MERDEKA!!! #KamiBersatuBersamaUAS," tulis @DirhamsyahRyan, Minggu (18/8/2019).
Gibran kemudian membalas cuitan tersebut dengan tegas lewat pertanyaan berikut ini.
"Lo udah baca isi beritanya belum???," tanya @Chilli_Pari dengan huruf kapital.
Berita Terkait
-
Sendalu Permaculture, Jembatan Warga Urban Menuju Hidup yang Lebih Sadar
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Maluku Utara Pasang Target Jadi Acuan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring