Suara.com - Secarik 'surat cinta' yang memprihatinkan sedang hangat diperbincangkan di media sosial, terutama oleh para orang tua.
Surat itu diunggah ke Facebook oleh pengguna Akhi Fairuz Al-Jengkawi, yang berprofesi sebagai konsultan, Selasa (20/8/2019).
Menurut keterangannya, surat tersebut ditulis oleh bocah perempuan berusia 11 tahun untuk lelaki yang satu tahun lebih tua darinya.
Isi surat bertulisan tangan dengan pulpen merah itu sungguh memprihatinkan.
Si penulis memperkenalkan diri dan bertanya kepada si penerima surat, apakah dia sudah pernah berhubungan badan, lalu meminta untuk melakukan itu dengannya.
"Aku ingin bertanya, apakah kamu pernah berhubungan seks dengan seorang gadis sebelumnya. Sebenarnya, aku ingin bersetubuh denganmu - sekali saja. Aku mohon!" bunyi surat yang ditulis dalam bahasa Malaysia itu, dikutip dari World of Buzz.
Siswi kelas 5 SD tersebut bahkan menegaskan, hubungan badan yang dilakukan satu kali tak akan membuahkan janin.
Pengunggah foto surat itu mengaku prihatin dengan jalan pikiran si penulis.
Ia juga menyertakan beberapa alasan yang menurutnya membuat bocah di bawah umur memiliki perilaku yang tak wajar seperti itu:
Baca Juga: Bocah 12 Tahun Nekat Kabur dari Rumah demi Wanita yang Ditemui di Game
1. Tidur bersama orang tua mereka. Ini berarti bahwa apa pun yang dilakukan orang tua di kamar tidur, termasuk bersetubuh ketika anak-anak tidur, akan disaksikan oleh anak-anak mereka.
2. Anak-anak memiliki akses ke konten pornografi, dan itu dapat menyebabkan kecanduan.
3. Anak-anak yang memperkenalkan pornografi kepada teman-teman mereka di sekolah.
4. [Kasus yang jarang terjadi] Anak-anak menjadi korban budak seks saudara terdekat mereka, sehingga mereka berpikir bahwa perilaku aneh itu normal.
Oleh karena itu, ia menyarankan beberapa cara untuk membantu mengatasi masalah dan perilaku yang disebutkan di atas:
1. Orang tua tidak boleh membiarkan anak mereka mengucapkan kata-kata kasar.
Berita Terkait
-
Digombalin Muridnya, Surat Cinta Ini Bikin Gemas Warganet
-
Ditilang Akibat Hias Mobil, Tak Cukup Usia Nyetir, ke Resepsi Naik Bus
-
Anak di Bawah Umur Nyetir, Begini Tinjauan Psikologi dan Antisipasinya
-
Polisi Pergoki Seorang Anak di Bogor Bawa Truk Fuso
-
Surat Bertuliskan Aksara Jawa Ini Isinya Bikin Baper
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah