Suara.com - Aktivis lingkungan Riyanni Djangkaru membongkar fakta instalasi batu gabion di Bundaran HI, Jakarta yang belakangan ini menuai kontroversi. Batu gabion dipasang di tempat instalasi bambu getih getah yang kekinian sudah dibongkar Pemprov DKI Jakarta.
Mantan presenter progaram Jejak Petualang tersebut menyoroti bahan yang digunakan dalam instalasi. Hal itu dijelaskan Riyanni lewat narasi panjang di jejaring sosial pribadinya @r_djangkaru.
Mulanya, wanita 39 tahun itu mengaku penasaran dengan instalasi batu gabion yang viral di dunia maya.
Terlebih saat mendapat informasi dari grup WhatsApp tentang bahan instalasi itu. Ia pun memutuskan untuk meninjau lokasi bersama temannya.
"Diawali dengan pertanyaan @adham di sebuah Whatsapp group beberapa hari lalu tentang batuan yang digunakan untuk instalasi tersebut, rasanya perlu untuk mengkroscek lebih lanjut sebelum akhirnya mengunggahnya di sini," terang @r_djangkaru pada Sabtu (24/8/2019).
Sampai di Bundaran HI, Riyanni terkesima dengan tanaman anti polutan yang menghiasi instalasi gabion. Baginya hal itu bisa dijadikan inspirasi warga untuk ditanam di pekarangan rumah.
Namun tak berselang lama ia menemukan fakta mencengangkan saat mendekat ke instalasi yang menghabiskan dana APBD sebesar Rp 150 juta.
Ternyata ia melihat tumpukan karang mati dari berbagai jenis yang digunakan sebagai bahan utama instalasi batu gabion.
"Saya mendekat, berusaha melihat lebih jelas batu apa yang digunakan. Jantung saya tiba-tiba berdetak lebih kencang. Tumpukan karang- karang keras yang sudah mati. Ada karang otak dan berbagai jenis batuan karang lain yang amat mudah dikenali," imbuh @r_djangkaru.
Baca Juga: Senyum ASN Pemprov DKI Jakarta saat Selfie di Pulau Reklamasi
Melihat hal itu, Riyanni dan rekannya kebingungan lantaran setahu mereka konservasi batu karang dilindungi dalam Undang-undang mulai dari UU 5/1990 hingga UU 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.
Ia kemudian menanyakan maksud dan tujuan Pemprov DKI yang memilih bahan terumbu karang.
"Saya jadi bertanya-tanya, apakah perlu ketika sebuah instalasi dengan tema laut dianggap harus menggunakan bagian dari satwa dilindungi penuh ? Apakah penggunaan karang yang sudah mati ini dapat dianggap seakan 'menyepelekan' usaha konservasi yang sudah, sedang dan akan dilakukan?..," tanya @r_djangkaru.
Unggahan Riyanni Djangkaru itu pun langsung mendapat perhatian dari Pemprov DKI. Lewat Story Intagram, Riyanni mengaku telah dihubungi langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati.
Dituliskan Riyanni, Pemprov DKI tidak mengetahui asal usul dari batu karang itu.
“Beliau mengatakan hal yang disampaikan saya ialah hal yang positif. Beliau juga mengatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa yang dipakai ialah batu karang, karena batu tersebut dikirim oleh toko batu yang menyuplai pembangunan instalasi ini,” kata Riyanni menjelaskan klarifikasi Suzi.
Lebih lanjut, Riyanni menyebutkan Pemprov DKI tengah melakukan evaluasi terkait penggunaan batu karang.
Berita Terkait
-
Polemik Gabion Bundaran HI, Ferdinand: Ini Pemda atau Makelar Batu?
-
Instalasi Baru Pengganti Getih Getah di HI, Gubernur Anies: Biasa Saja
-
Selera Seni Anies Dicibir karena Batu Bronjong, Jansen Demokrat: Aku Setuju
-
Terungkap, Ini Makna Tumpukan Batu di Tempat Bekas Monumen Getah Getih
-
Bambu Getah Getih Dibongkar, Anies Ganti dengan Batu dan Tanaman
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9