Suara.com - Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Inspektur Jenderal Antam Novambar menjalani tes uji publik dan wawancara dalam tahapan tes calon pimpinan KPK jilid V di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).
Antam menjalani uji publik selama satu jam penuh dengan pertanyaan yang diberikan oleh anggota Pansel KPK maupun dua panelis.
Salah satunya, pertanyaan dari panelis yakni mengenai informasi Antam mengancam direktur penyidikan KPK Endang Tarsa tahun 2015.
"Ada berita terkait bapak mengancam seorang penyidik di tempat umum. Bisa diklarifikasi," ujar panelis.
Antam secara tenang mengklarifikasi dan memberikan bantahan terkait pengancaman tersebut. Dia juga membawa sejumlah saksi saat bertemu dengan Endang.
Dalam pemberitaan majalah Tempo edisi 20 Januari 2015, Antam sebagai perwira tinggi yang diduga mengancam Direktur Penyidik KPK kala itu.
Endang kala itu diminta menjadi saksi meringankan dalam perkara praperadilan Budi Gunawan setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus rekening gendut perwira Polri.
."Alhamdulilah, penguji dan wartawan, setiap kali saya ditanya sebagai peneror, saya seakan punya pengalaman catatan kelam. Saya jawab nanti ada saatnya dan sekarang lah saatnya. Saya empat tahun ini tidak jawab, saya tidak pernah meneror," ujar Antam.
Kembali, panelis menanyakan apakah Antam termasuk anggota Polri yang menerima rekening gendut. Kemudian, dipertanyakan juga kapan terakhir Antam melapor LHKPN ke KPK.
Baca Juga: Jika Terpilih, Irjen Antam Jamin Pegawai KPK Tak Bakal Lagi Kena Teror
"Kayaknya saya enggak deh (rekening gendut). Saya lapor LHKPN tahun 2018, masuk 2019," jawab Antam.
Selanjutnya, panelis kembali menanyakan mengenai temuan Pansel KPK dari PPATK mengenai dana keluar masuk dari rekening Antam.
Dalam ujian itu, tampak Ketua Pansel KPK menghampiri Antam untuk menunjukkan dokumen tersebut dan meminta klarifikasi.
"Jadi, seingat saya, saya kasih ke istri itu uang gaji, honor dan perjalanan dinas. Silakan dicek, kalau uang-uang jumlah besar itu punya usaha anak saya. Dia dari kecil sudah jadi pengusaha," ucap Antam.
Untuk diketahui, 20 peserta diberi waktu selama kurang lebih 60 menit untuk menjawab pertanyaan yang diajukan panelis dan pansel KPK.
Sebanyak 7 peserta awal yang akan mengikuti tes uji publik dan wawancara yakni Wakabareskrim Irjen Anton Novambar; Dosen Sespim Polri Brigjen Bambang Sri Herwanto; Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri; Komisioner KPK Alexander Marwata; karyawan BUMN Cahyo RE Wibowo; Auditor BPK I Nyoman Wara; dan, penasihat Menteri Desa Jimmy Muhammad Rifai Gani.
Berita Terkait
-
Depan Pansel KPK, Irjen Firli Klaim Tak Sengaja Ketemu TGB saat Main Tenis
-
Jika Terpilih, Irjen Antam Jamin Pegawai KPK Tak Bakal Lagi Kena Teror
-
Pelibatan Polri Disebut Memperlemah KPK, Irjen Antam: Itu Rumor
-
Pengacara Koruptor Jadi Panelis Capim KPK, Laode: Apakah Pakar Cuma Itu?
-
Wajah Tegang Capim KPK saat Tes Wawancara dan Uji publik
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang
-
Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap
-
Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku
-
PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
-
Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi
-
PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu