Suara.com - Tragis yang dialami sepasang calon pengantin Dang Thien An dan wanita yang dikenal hanya dengan sebutan 'D'. Maut terlebih dahulu mengadang sebelum rencana mereka untuk menikah terlaksana.
Satu bulan menjelang pernikahan, diberitakan Asia One, D tewas dalam kecelakaan sepeda motor di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, Minggu (25/8/2019).
Namun, Dang tak membiarkan kematian menghalangi janjinya kepada D. Ia mengubah pemakaman D menjadi 'pernikahan darurat', lengkap dengan bunga, cincin, dan lagu yang ia dedikasikan khusus untuk sang calon istri.
Pertemuan sepasang kekasih yang sama-sama berusia 25 tahun itu terjadi ketika mereka masih menjadi mahasiswa di Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh.
Selama dua tahun terakhir, mereka juga sama-sama bekerja di Jepang, tetapi D kembali ke Vietnam beberapa bulan yang lalu untuk mempersiapkan pernikahan.
Dalam posisi masih di Jepang, Dang mengetahui sendiri kejadian yang menimpa D lewat media sosial.
Tanpa sengaja, ia menyaksikan siaran langsung di Facebook yang menampilkan kecelakaan lalu lintas di Vietnam.
Keberadaan keluarga D di lokasi pun membuatnya terkejut. Tak disangka, pacarnya menjadi korban dalam insiden tersebut.
Ia lantas menghubungi keluarga D, yang menyampaikan kabar duka, yakni bahwa kecelakaan tragis pagi itu telah merenggut nyawa D.
Dang pun segera memesan penerbangan ke Vietnam dan sampai tepat pada waktunya ke pemakaman D pada Minggu malam.
Baca Juga: Avanza Tertabrak Kereta di Cilacap, Calon Pengantin Tewas Jelang Pernikahan
"Aku ingin melakukan begitu banyak hal untukmu, tapi hari ini aku hanya bisa melakukan ini," katanya, berusaha untuk menahan kepedihan.
"Seseorang memberitahuku bahwa surga punya alasan penting untuk memanggilmu pulang. Aku juga berpikir begitu. Tapi tidak ada alasan bagimu untuk tidak menungguku. Tinggal 32 hari sebelum pernikahan kita..."
Lalu Dang mengeluarkan cincin pernikahan, meletakkannya di depan foto D, dan melingkarkan miliknya ke jarinya sendiri.
Sambil memegang buket bunga, Dang menyenandungkan balada Mandarin Tong Hua untuk jenazah D, yang sudah ia rencanakan untuk dinyanyikan di pernikahannya. Emosinya pun meluap lewat suara yang bergetar melemah.
Berita Terkait
-
Ada Sandal Jepit untuk Pengantin, Kamu Berani Pakai?
-
Taat Hitungan Weton, Pasangan Kekasih Ini Akad Nikah di Rumah Sakit
-
Coba Perhatikan, Jangan Pakai 5 Item Ini saat Hadiri Acara Pernikahan
-
Pengantin Pria Dihujat Cuma karena Kuku Jari Tangan, Salah Apa?
-
Unik, Pasangan Pengantin Ini Bagikan Suvenir Pernikahan Tas P3K Mini
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional