Setelah berkendara menempuh jarak 59 kilometer dalam waktu sekitar 1,5 jam dari Kota Balikpapan, tim memasuki Desa Semoi Dua di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.
Menurut warga asli Desa Semoi Dua, H Lasmuin, desanya merupakan salah satu dari dua wilayah di kabupaten tersebut yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Tepatnya, berbatasan dengan Kelurahan Sungai Merdeka.
Desa Semoi Dua merupakan desa paling ujung di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Jaraknya sekitar tiga jam perjalanan dari pusat pemerintahan kabupaten melalui jalur Jalan Samboja-Sepaku.
Desa yang berada tidak terlalu jauh dari akses menuju Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai dan HTI yang dikelola PT Inhutani I Unit Balikpapan itu disebut-sebut sebagai titik awal pengembangan calon lokasi ibu kota baru.
Lasmuin sudah mendengar perihal pemindahan ibu kota negara ke perbatasan Kecamatan Sepaku dan Samboja.
"Positif lah, namanya ibu kota, daerah akan lebih maju dan ramai. Secara pribadi biasa saja lah, ya kita lihat saja ke depan," kata Lasmuin menanggapi rencana pemerintah memindahkan ibu kota Negara Republik Indonesia ke wilayah sekitar tempat tinggalnya.
Namun transmigran asal Bojonegoro yang sudah 41 tahun menetap di Desa Semoi Dua itu bertanya-tanya, sebenarnya lahan yang mana yang akan digunakan untuk membangun ibu kota baru, mengingat semua tanah di sekitar desanya milik warga.
Kekhawatiran pria yang sejak SD sudah ikut bertransmigrasi ke Semoi Dua itu berkurang mana kala ANTARA mengulang pernyataan Presiden bahwa pemerintah sudah punya lahan seluas 180.000 hektare untuk membangun ibu kota negara yang baru.
Lasmuin mengangguk-anggukkan kepala ketika mendengar informasi bahwa mungkin saja ibu kota baru akan dibangun di lahan-lahan hutan produksi yang merupakan hutan negara.
Baca Juga: Bernardus Wisnu Widjaja: Kesempatan Mendesain Ibu Kota untuk Acuan Dunia
"Hutan di seberang jalan itu sudah Bukit Soeharto. Tapi kalau hutan produksi di sini, masuk akal kalau Inhutani," ujar pria Jawa yang memperistri warga asli Paser itu.
Guna mengetahui jarak tempuh dan kondisi dari titik perbatasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegawa menuju kota Kabupaten Penajam Paser Utara, tim melanjutkan perjalanan melalui Jalan Samboja--Sepaku menjelang pukul 16.00 WITA.
Semakin mendekati kota Kecamatan Sepaku, jalan yang rusak semakin banyak sehingga kendaraan tidak bisa leluasa melaju.
Setidaknya butuh waktu 30 menit untuk tiba di kantor Kecamatan Sepaku dari Desa Semoi Dua setelah melalui jalan-jalan yang rusak atau sedang dalam proses pengerasan kaku menggunakan beton.
Agar lebih cepat sampai ke kota kabupaten, tim tidak singgah di kota kecamatan. Di wilayah Kecamatan Sepaku yang berpenduduk 31.814 jiwa, pasar dan pusat kecamatan merupakan daerah yang paling ramai. Hingga menjelang magrib, warung-warung masih ramai.
Sekitar 30 menit setelah perjalanan dari Desa Semoi Dua, terlihat lahan sangat luas dengan kontur sedikit berbukit di sisi kanan Jalan Provinsi Sepaku, Hutan Tanaman Industri (HTI) yang baru saja "dipanen".
HTI tersebut milik PT ITCI Hutani Manunggal, perusahaan patungan PT ITCI Kartika Utama (ITCKU) dan PT Inhutani-1. Lahan konsesi itu lah yang belakangan menjadi bahan perbincangan di sosial media hingga media massa nasional, karena disebut-sebut sebagai milik Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto.
Jalanan sebelum dan sesudah lahan konsesi itu sangat mulus. Kondisi jalan justru rusak dan dalam perbaikan saat mendekati wilayah Kelurahan Sepan dan Kelurahan Sotek hingga menjelang kota kabupaten.
Tim tiba di Kota Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar pukul 20.10 WITA. Kota masih ramai, terutama di Jalan Provinsi atau Jalan Penajam--Kuaro yang merupakan jalan utama sekaligus akses menuju pelabuhan penyeberangan menuju Kota Balikpapan.
Kantor Bupati Penajam Paser Utara berdiri megah sekitar 10 kilometer dari Pelabuhan Penajam. Dari sini lah Bupati Penajam Paser Utara akan memimpin warganya untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari ibu kota baru.
Perjalanan tim ANTARA menyusuri lokasi ibu kota baru berakhir dengan perjumpaan dengan Bupati Gafur di Balikpapan, tempat sang bupati mengungkapkan harapan, "Insya Allah (akan) terjadi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". (Antara)
Berita Terkait
-
Bernardus Wisnu Widjaja: Kesempatan Mendesain Ibu Kota untuk Acuan Dunia
-
Sumber Listrik Ibu Kota Negara Baru Diusulkan Pakai Energi Nuklir
-
Bupati Benarkan Hashim Kelola 50 Ribu Hektare Hutan di Penajam Paser Utara
-
Soal Lahan Ibu Kota Baru, Luhut: Lahan Prabowo Jauh Dari Situ
-
Pemenuhan Pangan, Sandang dan Papan Harus Jadi Prioritas Ibukota Baru
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Cara Terbaik Mencegah Anak Kelaparan adalah Menyejahterakan Orang Tuanya
-
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
-
Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi
-
50 Tahun Menanti, Warga Bumi Tridharma Jaksel Akhirnya Dapat Titik Terang Sertifikat Tanah
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Babak Baru Polemik Jabatan Sekda Kota Tangsel, Ansor Jalani Persidangan di PTUN
-
Bandara Husein Sastranegara Segera Aktif Lagi, Farhan Sebut Bakal Layani 11 Rute
-
15 Teman Kuliah Jokowi di UGM akan Bersaksi saat Sidang Roy Suryo dan dr Tifa
-
Unisa Yogyakarta Raih Penghargaan JBBA 2026 di Klaster Pendidikan