Suara.com - Selama satu bulan belakangan, publik digegerkan oleh kasus pembunuhan sadis yang terjadi di berbagai daerah.
Ironisnya, pelaku dari beberapa kasus adalah orang terdekat korban, mulai dari teman dekat hingga saudara sedarah.
Tak ayal, kasus pembunuhan itu santer diperbincangkan, terlebih karena caranya yang begitu sadis.
Berikut SUARA.com merangkum tiga kasus pembunuhan selama sebulan terakhir yang dilakukan orang terdekat korban:
1. Pembunuhan teman dekat di Tegal
Warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah digegerkan penemuan mayat dalam karung di rumah kosong pada Jumat (9/8/2019). Kondisi jasad sudah tinggal tulang belulang.
Kasatreskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengungkapkan, korban, N (16), hilang selama lima bulan sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Kelima pelaku sudah ditangkap, yakni prempuan NL (18) dan AI (15) serta laki-laki AM (20), MP (18), dan SA (24).
Pembunuhan terjadi ketika lima pelaku dan korban, yang merupakan teman dekat, berpesta miras. Lalu korban dicekik AM, dibantu empat orang lainnya, dan mayatnya dimasukkan ke dalam karung.
Baca Juga: Biar Berani Bunuh Istri, Sopiandi Tengak Miras sampai Teler
Motif pembunuhan adalah rasa sakit hati dan cemburu. Satu pelaku perempuan mengaku kekasihnya direbut korban, sementara pelaku perempuan lainnya tersinggung dengan perkataan korban.
2. Pembunuhan saudara kandung di Banyumas
Empat mayat yang sudah berbentuk kerangka dan tengkorak ditemukan di rumah Misem (76), warga Desa Pasinggangan, Kecamatan dan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Minggu (25/8/2019).
Korban merupakan anak dan cucu Misem, yakni anak sulung Misem, Supratno (51); anak kedua Misem, Sugiono (46); anak kelima Misem, Heri (41), dan anak Supratno, Vivin (21).
Sementara pelaku adalah anak Misem yang lain, Minah, dan tiga anak Minah: Sania, Irvan, dan Putra.
Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengungkapkan, pembunuhan dilakukan pada 9 Oktober 2014.
Berita Terkait
-
Pura-pura Kencing lalu Gorok Leher Hasbullah, Andi Terancam Hukuman Mati
-
Terkuak, Motif Andi Gorok Leher Hasbullah karena Utang Melapak di Pasar
-
4 Jenazah Korban Pembunuhan di Banyumas Dimakamkan Bersebelahan
-
Mati Digorok, Hasbullah Ternyata Dibunuh Sesama Pedagang Ayam
-
Mayat Wanita Banyak Tusukan Ternyata Dibunuh Suami, Perkaranya Blokir FB
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
Terkini
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
-
Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta
-
ICW Temukan Selisih Harga Fantastis Pengadaan Mobil KDKMP, Potensi Rente Tembus Rp5,5 Ttriliun
-
Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi
-
Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan