Suara.com - Pada lini masa Twitter, beredar video pendek seorang pria yang memanjat tiang bendera tinggi. Ia ingin mengganti bendera Merah Putih dengan Bintang Kejora.
Video berdurasi 40 detik itu dibagikan oleh akun pejuang HAM Veronica Koman, @VeronikaKoman pada Minggu (1/9/2019).
Dalam narasi yang dituliskan, saat itu massa aksi anti-rasisme menduduki kantor Gubernur Papua di Jayapura.
Mereka berkumpul di halaman kantor gubernur sembari mengibarkan bendera Bintang Kejora.
Situasi kian ramai ketika seorang pria memanjat tiang bendera tinggi yang ada di sana. Sambil merangkak naik, pria itu terlihat mengalungkan bendera di lehernya.
Disebutkan, ia ingin mengganti bendera Merah Putih yang telah berkibar dengan Bintang Kejora, Kamis (29/8/2019).
Saat berhasil mencapai puncak tiang, ia terlihat melepaskan ikatan bendera merah putih.
Aksi panjat tiang yang dilakukan pria itu disambut sorak-sorai dan tarian berkeliling oleh sejumlah demonstran.
Namun begitu, prosesi pengibaran bendera Bintang Kejora tidak terekam dalam dalam video.
Baca Juga: Sebut Kasus Bintang Kejora Bukan Makar, Polri ke ICJR: Sudah Baca UU Belum?
Video pria yang ingin mengibarkan bendera bintang kejora itu pun menyita perhatian warganet.
Mereka memberikan komentar beragam seperti yang dirangkum SUARA.com berikut.
"Terima kasih kawan-kawan non Papua yang selalu mendukung kami. Musuh kami kolonial Indonesia bukan rakyat Indonesia," tulis @goliathtabuni.
"Semoga saudara-saudara Papua segera menghirup kemerdekaan yang sebagaimana sudah sejak lama di Sumatera menantikannya, lepas dari penjajahan Jawanesia," komen @gilwiguna.
Berita Terkait
-
Tri Susanti Korlap Aksi di Asrama Papua Resmi Ditahan Polda Jatim
-
Benny Wenda Membalas Wiranto: Solusi Dua Negara, Referendum untuk Papua
-
Sebut Papua Rusuh Dipicu Rasisme, JK: Dulu Demo di Jakarta karena Al Maidah
-
Sudi Menyerah, Napi Kabur saat Papua Rusuh Bakal Dihadiahi Remisi
-
Kadis Kominfo Papua Barat: Blokir Internet Ciptakan Masalah Baru
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja