Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, pembatasan layanan internet di Papua dan Papua Barat resmi dicabut, Kamis (5/9/2019).
Pencabutan kebijakan tersebut didasari atas penilaian bahwa situasi Papua dan Papua Barat sudah kondusif setelah dilanda aksi protess massal terhadap rasisme.
"Tadi saya mendapatkan laporan, keadaan memang sudah cukup kondusif, maka pembatasan internet tanggal 5 September ini sudah dicabut. Internet sudah normal," ujar Wiranto dalam jumpa pers di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (5/9/2019)
Namun, kalau situasi di kedua provinsi tanah Papua tersebut kembali bergejolak, Wiranto menegaskan bakal memberlakukan pembatasan layanan internet.
"Dengan catatan kalau keadaan memburuk, maka tentu pembatasan internet akan kami lakukan kembali," kata dia.
Untuk diketahui, pemblokiran internet di Papua sudah berlangsung sejak 21 Agustus lalu, setelah pecahnya gelombang demonstrasi di banyak daerah Papua serta Papua Barat.
Demonstrasi dipicu pengepungan serta pelecehan rasisme, dan penangkapan sewenang-wenang sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya serta Malang, Jawa Timur.
Baca Juga: Menkominfo Belum Tahu Kapan Blokir Internet Papua Sepenuhnya Dicabut
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya
-
Tak Cukup Alim, Cak Imin Minta Santri Melek Literasi Keuangan Agar Tak Terjebak Judol dan Pinjol