Suara.com - Akibat melontarkan kata-kata rasis kepada pramugari di pesawat, seorang konsultan IT asal Inggris harus rela kehilangan pekerjaannya.
Peter Nelson, 46, adalah seorang ahli IT yang belum lama ini naik pesawat selama 11,5 jam dari London ke Rio de Janeiro. Saat itu, Peter Nelson duduk di kelas bisnis maskapai British Airways.
Karena jangka waktu penerbangan yang panjang, Peter Nelson tertidur di pesawat. Saat itulah, seorang pramugari bernama Sima Patel-Pryke mencoba membangunkannya untuk menawarkan makanan.
Kesal karena dibangunkan dalam keadaan mabuk, Peter Nelson lantas meneriakkan kata-kata rasis ke pramugari tersebut.
"Kalian orang Asia pikir kalian lebih baik dari kami. Aku tidak mau dilayani kalian. Aku sudah membayar gajimu selama 20 tahun terakhir," begitu ucap Peter Nelson seperti dikutip dari Fox News.
Syok karena diteriaki dengan kata-kata rasis, Sima Patel-Pryke pun menangis dan melaporkan hal ini ke pilot. Terlebih, Nelson diketahui sempat meminta bahwa dia hanya ingin dilayani awak kabin yang berkulit putih di masa mendatang.
Mendengar insiden ini, sang pilot pun lekas meminta awak kabin lain untuk bersiap menahan Nelson dan mengancam akan memanggil polisi.
Nelson ditangkap begitu dia mendarat. Peter Nelson juga harus menjalani persidangan pada 6 September silam.
"Anda menunjukkan sikap menghina terhadap kru, ketika Ms. Pryke hanya ingin melakukan tugasnya dan membangunkan Anda untuk mengambil pesanan makanan," ujar hakim Edward Connell di persidangan.
Baca Juga: Pramugari Serukan Evakuasi, Ratusan Penumpang di Bandara Dibuat Geger
Peter Nelson pun lantas didenda USD 2.450 (Rp 34,4 juta), diminta membayar USD 650 (Rp 9,1 juta) sebagai kompensasi ke Sima Patel-Pryke, dan masih harus mengeluarkan biaya sidang sebesar USD 4.300 (Rp 60,4 juta).
Peter Nelson sendiri mengaku jika saat itu dia memang lelah, mabuk, dan marah-marah. Dia juga mengatakan jika dia tidak mau dilayani pramugari yang satu itu, sehingga tanpa sadar memakai kata-kata rasis.
Sekarang, Peter Nelson kehilangan pekerjaannya sebagai konsultan IT. Istrinya pun dikabarkan menderita stres parah saat melihat proses persidangan.
Bahkan, Nelson dan istrinya terpaksa harus mengeluarkan anak-anak mereka dari sekolah. Hal ini karena anak-anak Nelson pergi ke sekolah internasional dan mereka tak ingin menanggung malu.
"Dia kehilangan pekerjaannya, anak-anaknya keluar dari sekolah, dan mereka (Nelson dan istrinya) tengah mempertimbangkan untuk kembali ke Selandia Baru karena situasi ini."
Berita Terkait
-
Wangi Parfum Beradu Aroma Kandang: Kisah Nayla, Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi
-
Kostum Panggung Diduga Rasis, Agensi G-Dragon Sampaikan Permintaan Maaf
-
Ricky Kambuaya Jadi Korban Rasisme, Kevin Diks Murka!
-
Seruan Rasis ke Pemain Arab Berulang Kali Dilakukan, FIFA Cuma Kasih Denda ke Israel
-
WN India Berkali-kali Lecehkan Pramugari dalam Pesawat Singapore Airlines
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026
-
KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi
-
200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!
-
WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir
-
Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita
-
Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda
-
Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta
-
Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?
-
Sempat Lumpuh Total, Jalur Stasiun Pasar Senen Akhirnya Pulih Usai 2 Kereta Tergelincir Berbarengan
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit dari Wakil Ketua PN Depok