Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik untuk warga Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang saat ini mengungsi di Kota Jayapura. Bantuan itu diberikan secara simbolis diserahkan oleh Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita, saat mengunjungi pengungsi di Wamena, Selasa (8/10/2019).
"Pemenuhan dasar kebutuhan pengungsi adalah salah satu tugas dan fungsi Kementerian Sosial. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan perhatian besar bagi pengungsi korban konflik di Wamena maupun yang sekarang masih berada di Jayapura. Bantuan kami salurkan melalui dinas sosial setempat," katanya, di Jakarta, Kamis (10/10/2019).
Bantuan terdiri dari dapur umum untuk 1.500 orang, 900 unit matras, 260 unit tenda gulung, 850 unit selimut, 4 paket perlengkapan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), 2 unit tenda serbaguna, 20 unit velbed, dan 20 unit kasur. Total bantuan sebesar Rp 740.970.800.
Mensos mengatakan, penanganan pengungsi korban konflik Wamena, baik di Wamena maupun Jayapura, secara umum sama. Bantuan diberikan dengan kaji cepat pemenuhan kebutuhan dasar, pemberian layanan dukungan psikososial untuk kelompok rentan di pengungsian, pemenuhan kebutuhan dasar melalui bantuan logistik dan makanan, serta pengertahan tenaga relawan bencana.
Sementara itu, Komandan Kodim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Candra Dianto mengatakan, gelombang kedatangan pengungsi yang kembali dari Jayapura mulai mengalir ke Wamena menggunakan pesawat Hercules.
"Hari ini, pengungsi yang kembali dari Jayapura ke Wamena sebanyak 88 orang dan langsung kembali ke rumah masing-masing. Kemarin (Rabu, 9/10/2019) telah tiba 87 orang. Dari jumlah tersebut, 3 orang mengungsi lagi ke Kodim, karena rumahnya terbakar sehingga belum punya tempat tinggal," tutur Candra.
Dandim mengatakan, suasana di Wamena semakin ramai. Pada hari keempat, anak-anak bersekolah. Mereka sudah berangkat sendiri dengan berjalan kaki. Sebelumnya mereka diantar orang tua ke sekolah menggunakan motor.
"Kemarin anak-anak masih ditunggui orang tuanya di sekolah. Hari ini, kami pantau tidak lagi. Anak-anak juga bermain dan belajar seperti biasa," katanya.
Aktivitas di pasar-pasar di sejumlah titik juga sudah semakin pulih, kecuali Pasar Woma yang belum beroperasi, karena terbakar total dan memerlukan rehabilitasi dan rekontruksi, agar salah satu pusat ekonomi masyarakat ini segera pulih.
Baca Juga: Gempa Maluku, Kemensos Kirim Bantuan Logistik dan Turunkan Tim Khusus
Mensos mengatakan, kembalinya pengungsi ke rumah masing-masing menunjukkan bahwa mereka percaya bahwa kondisi keamanan telah semakin baik.
"Intinya, kita sudah mendengar langsung dari Panglima TNI dan Kapolri bahwa mereka menjamin keamanan di Jayapura, Wamena dan kota-kota lain di Papua. Warga yang masih mengungsi, kita harapkan segera kembali ke Wamena untuk membangun kembali Wamena," katanya, seraya menambahkan, pemerintah akan memfasilitasi pemulangan kembali pengungsi ke Wamena.
Berdasarkan data pengungsi pascakerusuhan di Wamena hingga 10 Oktober pukul 16.00 WIT yang dihimpun oleh Kodim 1702/Jayawijaya, per hari ini terdapat 677 pengungsi tersebar di 9 titik. Mereka terdiri dari 248 orang di Kodim, 154 orang di Polres Wamena, dan 31 orang di Koramil 1702-03/Wamena.
Selain itu, 8 orang di Subdenpom Wamena, 71 orang di masjid, 49 orang di Gereja Advent, 25 orang di Gereja El-Shadday, 30 orang di Masjid Pasar Baru, dan 60 orang di Gedung Tongkonan.
Data pengungsi kembali dari eksodus (Jayapura - Wamena) sebanyak 175 orang, yang terdiri dari 87 orang pada Rabu (9/10/2019) dan 88 orang pada Kamis (10/10/2019).
Berita Terkait
-
Perkuat Sertifikasi SDM Kesos, Kemensos Gandeng Perguruan Tinggi
-
Kunjungi Pengungsi, Ini 5 Langkah Mensos Wujudkan Wamena Bangkit
-
Wiranto Sebut Pengungsi Kerusuhan Papua Capai 3.225 Orang
-
Gempa Maluku, Kemensos Kirim Bantuan Logistik dan Turunkan Tim Khusus
-
Kemensos Juara Pertama Kelola Barang Milik Negara dan Terima BMN Award
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'
-
Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam
-
Sadis! Cuma Nunggak Rp3,3 Juta, Pemuda di Cakung Disekap dan Disiksa di Showroom Motor
-
Drone Hantam Pembangkit Nuklir UEA, Trump Ancam Iran: Waktu Kalian Hampir Habis
-
Kronologis Dua Pesawat Tempur Amerika Serikat Tabrakan di Udara
-
Dijerat Pasal Berlapis, Feri Penyekap dan Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Terancam 12 Tahun Penjara!
-
Gagal Edar di Jakarta! Polda Metro Sikat 32 Kg Sabu 'Kiriman' Malaysia di Apartemen Sayana Bekasi
-
Jambret WNA Coreng Jakarta Kota Teraman ke-2 ASEAN, Gubernur Pramono: Hukum Seberat-beratnya!
-
Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Pramono Anung Singgung Dewa Jodoh hingga Edukasi Budaya
-
Kecelakaan Jet Tempur AS, Dua E/A-18G Growler Tabrakan di Gunfighters Air Show