Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku, penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto tidak membuatnya takut menemui masyarakat saat melakukan kunjungan ke daerah.
"Masih, tadi malam saya bercengkerama, tidak usah dibikin jadi kaya rese amat, di Amerika kan setiap tiga bulan kejadian (penyerangan)," tutur Luhut Pandjaitan usai menjenguk Wiranto di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu malam.
Meski mengimbau kasus yang terjadi kepada Menko Polhukam tidak perlu dibesar-besarkan, ia tetap meningkatkan kewaspadaan.
Sementara ia memasuki Paviliun Kartika dari pukul 19.10 WIB dan keluar pada pukul 20.00 WIB. Selama 50 menit itu, Luhut Pandjaitan mengaku sempat berbicara dengan Wiranto.
Terkait kondisi mantan Panglima ABRI itu, Luhut Pandjaitan menuturkan sudah lebih baik dan diperkirakan akan diperbolehkan pulang beberapa hari ke depan.
"Ya mungkin dalam beberapa hari ke depan, tetapi semua baik ya," ucap dia.
Wiranto diserang secara tiba-tiba di Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, usai meresmikan gedung kuliah Universitas Mathla’ul Anwar.
Ia terkena dua tusukan di perut dan sempat dirawat di RSUD Berkah, Pandeglang, kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Ia harus menjalani operasi yang berlangsung sekitar tiga jam oleh tim dokter RSPAD Gatot Soebroto. (Antara)
Baca Juga: Wiranto Ditikam Anggota JAD, Luhut Ngaku Bakal Lebih Hati-hati
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
-
Wagub Babel Dicecar 10 Jam di Bareskrim, Misteri Ijazah Sarjana Terkuak?
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya