Suara.com - Pemprov DKI Jakarta menyatakan akan mencabut keanggotaan jaminan sosial, kartu jakarta pintar (KJP) dan hak-hak lainnya dari warganya yang terbukti terlibat tawuran di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan.
Hal ini tertuang dalam ikrar perdamaian yang dibacakan oleh perwakilan warga Kelurahan Menteng, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat dan warga Kelurahan Manggarai Kecamatan Tebet, Kelurahan Pasar Manggis Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Ikrar perdamaian dibacakan di Pasaraya Manggarai, Rabu malam (30/10/2019). Dalam ikrar perdamaian ini merupakan bagian upaya yang dilakukan Muspida Jakarta Selatan dan Muspida Jakarta Pusat untuk mencegah berulangnya tawuran warga di Manggarai.
Ada empat poin dalam ikrar tersebut. Pertama, bahwa keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab warga bersama aparat keamanan.
Kedua, mengutuk keras kepada para pelaku dan provokator yang telah memicu terjadinya tawuran, serta mendukung dilakukannya tindakan tegas dan diproses secara hukum kepada mereka yang terbukti melanggar hukum serta norma yang berlaku di masyarakat.
Ketiga, mendukung pencabutan semua hak dan fasilitas yang telah diberikan Pemprov DKI Jakarta (BPJS, KJP, dan lainnya) kepada mereka yang telah terbukti melakukan tindakan melanggar hukum.
Keempat, meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengkaji akar permasalahan yang menjadi pemicu tawuran, serta menyusun program-program pemberdayaan yang dibutuhkan pelaku tawuran dan pemakai narkoba.
"Ini baru sebatas menyetujui, menyepakati antar kelompok masyarakat ini. Teknis pencabutannya (hak jaminan sosial) seperti apa, belum kita bahas. Tapi ini bisa jadi efek jera bagi pelaku tawuran," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, saat menghadiri kegiatan doa bersama dan ikrar perdamaian di Manggarai sebagaimana dilansir dari Ayojakarta.com, Kamis (31/10/2019).
Selain Marullah, turut hadir Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara; Dandim wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, begitu pula Kapolres dua wilayah.
Baca Juga: Aksi Tawuran di Manggarai Diduga Akibat Provokasi di Medsos
Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, mengatakan, sejak dirinya masih menjabat Lurah Tebet pada tahun 2005, tawuran sudah sering terjadi di wilayah Manggarai.
Bayu berharap, masyarakat setempat sudah bergerak ke arah lebih maju meninggalkan tradisi tawuran yang merugikan semua orang.
Sedangkan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Bastoni Purnama, yang menggagas acara tersebut, mengatakan, kegiatan itu diharapkan bisa membantu terciptanya perdamaian di wilayah Manggarai.
“Tahun 2019 ini harus ada perubahan,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Aksi Tawuran di Manggarai Diduga Akibat Provokasi di Medsos
-
Perhatian! KRL Menuju Stasiun Manggarai Tersendat, Ada Tawuran
-
Switch Over di Stasiun Manggarai, Tiga Perjalanan KRL Dibatalkan
-
80,5 Ton Sampah Diangkut dari Pintu Air Manggarai
-
Sampah Numpuk di Pintu Air Manggarai, Ada Kasur, TV, sampai Tabung Gas
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?
-
Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin
-
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
-
Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya
-
Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti
-
AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
-
MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar