Suara.com - PCINU Amerika Serikat, Akhmad Sahal alias Gus Sahal buka suara terkait imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang meminta pejabat tak memakai salam pembuka agama saat sambutan resmi.
Melalui jejaring sosial Twitter pribadinya @sahaL_AS, Gus Sahal menanggapi hal itu dengan mengutip hadis qudsi tentang prasangka Allah SWT kepada hambaNya.
Dalam hadis itu, orang islam diajarkan untuk selalu berprasangka baik kepada Sang Pencipta. Ia kemudian memaparkan, jika pola pikir manusia berpengaruh pada cara pandangnya terhadap Tuhan.
"Kata Allah dalam hadits qudsi: "Aku berdasar persangkaan hambaKu kepadaKu. Di mata hamba yang beragama dengan cinta kasih, Allah tampil sebagai Yang Maha Welas Asih,"
"Di mata hamba yang beragamanya gampang ngamuk dan marah-marah, Allah dianggap sebagai Yang gampang murka," cuit Gus Sahal, Senin (11/11/2019).
Cuitan tersebut mengacu pada sebuah artikel berjudul "MUI: Allah Murka Jika Muslim Ucap Salam dan Doa Agama Lain,".
Tak cukup sampai di situ, Gus Sahal lantas mengutip pernyataan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus.
Di mana dalam pernyataan tersebut, Gus Mus menyebut ada orang islam yang hobinya marah-marah sehingga membuat Allah marah. Padahal jelas, Tuhan tidak bisa disamakan dengan makhlukNya.
"Ada orang islam yang beragamanya selalu marah-marah. Dan dia mengira, kalo dia marah-marah gitu, otomatis Allah juga marah-marah. Allah kok disamakan dengan dirinya, seakan-akan Allah pecicilan seperti dia. Gus Mus," imbuh Gus Sahal.
Baca Juga: Elit Gerindra Sambut Prabowo ke Rapat Kerja Bersama Komisi I DPR
Sebelumnya, MUI Jatim mengimbau para pejabat untuk tidak memakai salam pembuka semua agama saat sambutan resmi. Sebab, salam ini justru bukan sebagai wujud toleransi.
Ketua MUI Jatim Abdusshomad Buchori bahkan menyebutkan, pluralisme memang dianjurkan namun pluralisme agama dengan pengucapan salam pembuka semua agama itu merupakan hal yang keliru.
Shomad menyatakan wujud pluralisme dan kerukunan bisa dilakukan dengan hal lain. Namun bukan dengan menggunakan salam dengan berbagai agama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat