Suara.com - Nama politisi PDIP Dewi Tanjung masuk dalam daftar trending topik di Twitter pada Sabtu (28/12/2019).
Hal ini terjadi hampir bersamaan setelah ditangkapnya pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Warganet ramai-ramai menyebut nama Dewi Tanjung dalam kicauannya di Twitter. Mereka mendesak agar politikus PDIP ini ditangkap dengan menambahkan tagar #TangkapDewiTanjung dalam cuitannya.
Pantauan Suara.com, tagar #TangkapDewiTanjung mulai menggema pada Jumat (27/12/2019) malam dan semakin banyak dipakai hingga Sabtu (28/12) pagi. Sudah ada lebih dari 9.900 kicauan yang memakai tagar tersebut.
Dalam tagar #TangkapDewiTanjung, ditemukan dua video Dewi Tanjung yang menjadi pusat perhatian warganet.
Video pertama merupakan pernyataan Dewi Tanjung dalam acara "Kabar Petang" di Tv One. Sementara video kedua adalah cuplikan pernyataan Dewi Tanjung dalam acara "Sapa Indonesia Malam" di Kompas TV.
Warganet merasa heran dengan sikap Dewi Tanjung yang menuduh kasus penyiraman air keras Novel Baswedan sebagai rekayasa.
Misalnya seperti cuitan yang dibuat oleh @ramaMR15," Pliss lah, tonton ini coba, kalo masih nganggap itu rekayasa, coba yu dipake otaknya NB tuh kan anggota KPK dia nangkep korupsi dia berbuat baik untuk negara, kalo itu rekayasa buat apa dia buat-buat rekayasa kek gitu apa untungnya buat dia #TangkapDewiTanjung".
Cuitan serupa dari @GakNyerahBRO__ juga banyak diretweet oleh warganet.
Baca Juga: Didi Kempot Bikin Ambyar Panggung Big Bang Jakarta 2019
"WAYAHE.... WAYAHE... #TangkapDewiTanjung. Oma 'Kerudung Merah' Ini Memfitnah Pak Novel Baswedan Merekayasa Kasus Penyiramannya. Nah, Sekarang Pelakunya Sudah Ditangkap Pak Polisi. Yuk Gaungkan ! #TangkapDewiTanjung TANGKAP !" tulisnya.
Untuk diketahui, pada Rabu (6/11/2019), Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya karena dianggap telah merekayasa kasus penyiraman air keras. Pelaporan ini justru dianggap sebagian orang sebagai upaya mencari sensasi.
Seperti kata Direktur Kantor Hukum dan HAM Lokataru Haris Azhar. Menurutnya, Dewi Tanjung hanya menebar sensasi ke publik.
"Sebetulnya orang ini ahli medis bukan, lalu tetangganya atau pengurus lingkungan yang tahu soal lokasi juga bukan. Dia ahli IT atau jurnalis juga bukan. Jadi sebetulnya orang ini tidak punya profesional standing," ujar Haris i Kantor Dinas Pendidikan DKI, Kuningan, sebagaimana dilansir Ayojakarta.com, Sabtu (9/11/2019).
"Sebetulnya publik itu punya empati yang cukup tinggi terhadap Novel. Dengan munculnya orang seperti ini makin menunjukkan bahwa pepesan kosong di sekitar Istana dan juga penegak hukum makin terasa," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Pelaku Teror Anggota Polri, Novel Baswedan: Keterlaluan Jika Disebut Dendam
-
2 Kejanggalan Penetapan Tersangka Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan
-
PBNU Minta Masyarakat Tak Intervensi Polri Ungkap Soal Kasus Novel Baswedan
-
Dua Tersangka Penyiram Novel Tak Dipamerkan saat Dirilis di Polda, Kenapa?
-
KPK Berharap Polisi Ungkap Dalang di Balik Kasus Air Keras Novel Baswedan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari
-
Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu
-
Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439
-
Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya
-
Sama-sama di KPK, Gus Yaqut Kirim Salam untuk Mensos Gus Ipul Sebelum Kembali ke Rutan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Anggota DPR Minta Hukuman Maksimal untuk Pengasuh Ponpes Pati Tersangka Pencabulan Santriwati