Suara.com - Terletak di antara Kepulauan Marshall dan Hawaii, Pulau Johnston sempat rampai dibicarakan setelah seorang pengguna Reddit menemukan citra pulau misterius yang tidak berpenghuni ini melalui Google Maps.
Dilansir Suara.com dari laman Express.co.uk (03/01/20), dari citra satelit tersebut, terlihat pulau yang dikenal tidak berpenghuni ini ternyata memiliki satu bangunan, berbentuk persegi.
Dijelaskan, Pulau Johnston ini merupakan gugusan pulau karang semi melingkar yang terdiri dari empat pulau.
Bekas Area Militer Amerika Serikat
Pulau yang juga disebut sebagai Kalama Atoll oleh warga Hawaii ini, menurut Express.co.uk merupakan sebuah area yang digunakan militer Amerika Serikat hampir selama 70 tahun.
Beberapa aktivitas yang dilakukan di pulau ini antara lain, sebagai tempat untuk depot pengisian bahan bakar angkatan laut, pangkalan udara, tempat uji senjata nuklir, hingga pangkalan misil rahasia.
Lokasi Uji Coba Misil Nuklir
Kemudian menurut Nautilus Institute, pada tahun 1962, pulau ini pernah digunakan untuk uji coba tes nuklir, dengan nama kode operasi 'Opeation Dominic'.
Hingga seiring berjalannya waktu, pulau ini pun menjadi langganan sebagai tempat uji coba senjata nuklir, yang kemudian membuat tempat ini terkontaminasi radioaktif.
Baca Juga: Ditemukan 5 Pulau Misterius yang Mendadak Muncul, Kok Bisa?
Bahaya Radioaktif yang Mengintai dan Ditutup untuk Umum
Terkait polusi radioaktif, World International Service on Energy (WISE) menyebut, kontaminasi plutonium yang diakibatkan dari tigas tes yang gagal, membuat pulau tersebut masih terpolusi radioaktif hingga saat ini.
Lebih lanjut, akibat dari paparan radioaktif dan sisa-sisa dari sekitar empat juta ton senjata kimia sejak tahun 1990, membuat pulau ini menjadi hunian bagi koloni semut penyembur asam.
Berita Terkait
-
Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul
-
Jelajah Bosphorus Istanbul, Menyusuri Denyut Kota Dua Benua
-
Festival Balon Udara Perdana Boyolali, Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal
-
Bebek Street Tampilkan Sisi Modern Istanbul di Tepi Laut
-
Kamondo Stairs, Ikon Urban Karakoy dalam Rangkaian Jelajah Serial Mini
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
AS Dinilai Tak Realistis Soal Nuklir, Perdamaian dengan Iran Sulit Terwujud
-
China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya
-
Israel Resmi Aneksasi Wilayah Tepi Barat Palestina
-
DPR Resmi Ketok Palu UU Perlindungan Saksi dan Korban, Ini 5 Poin Pentingnya
-
Diduga Nekat Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI 'Gigit Jari' Dicegah Imigrasi di Bandara Soetta
-
The Strokes Telanjangi Dosa Amerika Serikat, Kecam Agresi AS-Israel ke Iran
-
Bibit Bom Waktu Harga Pangan Bakal Meroket Imbas Perang AS - Iran Dimulai dari Sini
-
Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir 22 April, Begini Analisis Pakar Hubungan Internasional
-
11 Ilmuwan Nuklir Tewas Misterius, DPR AS Bakal Periksa Kementerian Perang
-
Menteri PPPA Bongkar Data Mengejutkan Soal Ketimpangan Gender di Indonesia, Apa Saja?