- Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berakhir pada Rabu, 22 April 2026 di Washington.
- Kedua negara yang sedang kelelahan berperang diprediksi akan memperpanjang gencatan senjata demi kepentingan strategis masing-masing.
- Perpanjangan gencatan senjata menjadi langkah krusial untuk menjaga ruang negosiasi damai tetap terbuka bagi kedua pihak.
Suara.com - Gencatan senjata Amerika Serikan (AS) dan Iran akan resmi berakhir pada besok Rabu (22/4/2026) malam waktu Washington.
Di satu sisi, negosiasi di meja perundingan masih belum menemukan kesepakatan.
Kendati demikian, Pengamat Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono, menilai bahwa peluang perpanjangan gencatan senjata antara kedua negara tersebut masih terbuka lebar.
"Jadi alasan untuk kemungkinan ada perpanjangan gencatan senjata sangat besar karena kedua belah pihak sangat diuntungkan dan kedua belah pihak kan sebenarnya sudah cukup exhausted atau kelelahan berperang," kata Muhadi kepada Suara.com, Selasa (21/4/2026).
Meskipun AS mengklaim telah mencapai tujuan militernya, namun kondisi di lapangan menunjukkan pertahanan Iran terbukti masih cukup solid bahkan untuk memberikan perlawanan balik.
Menurut Muhadi, faktor kelelahan sumber daya dan personel diprediksi akan memaksa kedua belah pihak untuk mengambil napas lebih panjang melalui diplomasi.
"Saya kira gencatan senjata mungkin akan diperpanjang karena itu memenuhi kepentingan kedua belah pihak sama-sama butuh itu" ujarnya.
Jika gencatan senjata tidak dilanjutkan, ruang untuk negosiasi damai akan semakin tertutup rapat. Padahal perpanjangan jeda ini dianggap sebagai satu-satunya cara untuk memberikan kesempatan untuk kembali ke meja perundingan.
"Dua-duanya masih ada kemungkinan ya, artinya gencatan senjata itu memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak dan menguntungkan kedua belah pihak, tetapi persoalannya apakah itu cukup dengan gencatan senjata atau tidak," tuturnya.
Baca Juga: AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu
Muhadi kembali memberikan catatan kritis mengenai sikap kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang sulit ditebak dan tidak konsisten. Termasuk dalam diplomasi perundingan saat gencatan senjata ini.
Berita Terkait
-
Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai
-
Menghitung Efek Domino Perang Iran: Keuangan Rumah Tangga, Harga BBM hingga Cicilan KPR
-
AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu
-
Tegas! Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Donald Trump Meski Ekonominya Hancur
-
Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi