Suara.com - Tak hanya di Indonesia, pengobatan tradisional atau biasa disebut sebagai “pengobatan alternatif” juga tumbuh kembang di kawasan Amerika selatan. Namun, tak jarang pula pengobatan itu hanya kedok bagi dukun cabul.
Peringatan Redaksi:artikel ini berisi rincian serangan seksual, sehingga diminta kebijaksaan para pembaca. Semuanya untuk memberi detail modus lelaki cabul agar setiap pihak bisa menghindarinya.
Pusat pengobatan tradisional dengan menggunakan tumbuhan asli Amazon, yang dikenal dengan nama ayahuasca menarik banyak pasien dan juga turis.
Pusat pengobatan ini disebutkan memberikan bantuan untuk mereka yang mengalami kecanduan, depresi dan trauma.
Namun sejumlah perempuan melontarkan tuduhan para dukun mencabuli mereka, satu sisi gelap dari pusat pengobatan itu.
Saat Rebekah kali pertama mencoba pergi ke ayahuasca di Peru pada 2015, ia mengatakan hanya karena sekadar ingin tahu.
"Saat itu saya pikir menarik dan saya ingin mencoba saja," kata Rebekah, seorang warga Selandia Baru yang berumur 20-an tahun. Ia meminta BBC untuk tidak mengunkap namanya.
"Saya berkunjung ke pusat pengobatan dan saya merasa nyaman," ceritanya.
Pusat pengobatan tradisional Ayahuasca yang menggunakan berbagai tanaman ini dapat membawa memori lama yang hilang.
Baca Juga: Dukun Cabul Modus Ritual Buang Sial Incar Para Gadis di Facebook
"Seperti dibawa dengan sangat pelan melalui pengalaman-pengalaman masa lalu yang gelap," kata Rebekah.
"Setelah kembali ke rumah, saya merasa hubungan dengan keluarga jadi jauh lebih kuat. Saya merasa lebih mudah untuk bercerita apapun," tambahnya.
"Orang-orang mengatakan ayahuasca seperti mengalami 20 tahun psikoterapi. Dan saya sangat percaya dengan itu."
Pengobatan di Ayahuasca didahului dengan upacara pada malam hari, dipimpin oleh dukun.
Dukun perempuan atau laki akan minum cairan coklat pekat, campuran dua tanaman Amazon, baru kemudian membantu terapi orang-orang yang datang.
Tanaman ini digunakan oleh berbagai suku di kawasan Amazon selama berabad-abad dan belakangan ini terjadi peningkatan tinggi dan dikenal dengan tren "wisata ayahuasca".
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!
-
Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?
-
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Sindiran Telak Mark Carney ke Trump, Kanada Perkuat Gerakan Boikot Produk AS