Suara.com - Pembunuhan serta pembakaran yang dilakukan Ali Heri Sanjaya terhadap temannya sendiri, yakni Rosidah, diduga bermotifkan sakit hati.
Ali Heri Sanjaya mengklaim, korban sering mengejeknya di hadapan teman-teman lain. Heri kerap disebut Rosidah sebagai Boboho, aktor China era 1990-an yang bertubuh gendut.
Kapolres Banyuwangi Kota Kombes Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, rasa sakit hati itu juga yang mendorong Ali Heri membunuh hingga membakar jenazah korban.
"Dan pelaku mengatakan bahwasanya membunuh dengan motif sakit hati. Sering sekali korban menyampaikan dengan kata-kata yang tidak bisa diterima pelaku yaitu kata-kata yang mengatakan dia gendut, dia Boboho di depan umum," kata Arman di Mapolresta Banyuwangi, Selasa 28 Januari 2020.
Berikut sejumlah fakta yang sementara ini sudah terkuak dalam kasus tersebut:
1. Mayat Diduga Perempuan Ditemukan Gosong Terbakar, Ada Helm Pink
Sesosok mayat tergeletak di lahan kosong Dusun Kedawung, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2020).
Kondisi mayat yang ditemukan dalam posisi tertelungkup itu, tampak hangus akibat terbakar pada sekujur tubuhnya.
Baca Juga: Minta Diantar ke Rumah Ibunya, Siasat Ali Bakar Rosidah hingga Gosong
2. Bukti Helm Pink dan Sepatu, Keluarga yakin Mayat Hangus Terbakar Rosidah
Tim DVI Polda Jatim, Polresta Banyuwangi, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan berhasil identitas jenazah yang hangus di Dusun Kedawung, Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur. Korban diketahui bernama Rosidah.
Korban meninggal dunia di usia 22 tahun, selama ini dia tinggal bersama keluarganya di Lingkungan Papring, Kelurahan / Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Selain melakukan uji post mortem di ruang jenazah RSUD Blambangan, kepolisian juga melaksanakan ante mortem dengan mencocokkan informasi di lapangan dan keterangan keluarga.
3. Pelaku Utama Pembakar Wanita di Kabat Teman Dekat, Kakinya Didor Polisi
Polresta Banyuwangi berhasil menangkap pelaku utama pembunuh dan pembakar wanita di Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Jawa Timur, Sabtu (25/1/2020). Pelaku tersebut adalah Ali Heri Sanjaya, warga Lingkungan Brak, Kelurahan, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.
Seperti diberitakan Beritajatim.com jaringan Suara.com, pemuda kelahiran 1992 itu ditangkap saat keluar dari persembunyiannya di sebuah hotel di Banyuwangi pada Selasa (28/1/2020) sekitar Jam 5.00 WIB pagi hari.
4. Bakar Jasad Rosidah di Tumpukan Bambu, Ali Sempat Beli Bensin Eceran
Polisi akhirnya mengungkap misteri pembunuhan Rosidah, wanita yang jasadnya ditemukan gosong di Dusun Kedawung, Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Terkait pengungkapan kasus ini, ternyata Rosida ternyata dibunuh oleh teman kerjanya, Ali Heri Sanjaya. Selain satu lokasi kerja, korban dan tersangka sudah saling mengenal lama lantaran sama-sama tinggal di Lingkungan Brak, Kecamatan Kalipuro.
5. Bakar Rosidah Hidup-hidup, Ali Sakit Hati Diolok-olok Mirip Boboho
Selain ingin merampas barang berharga, motif Ali Heri Sanjaya membunuh dan membakar rekan wanitanya Rosidah karena sakit hati sering diejek korban.
Kepada polisi, Ali mengaku kerap diolok-olok Rosidah yang merupakan rekan kerjanya di sebuah rumah makan dengan sebutan gendut. Bahkan, Ali kesal karena disama-samakan dengan atlet olahraga sumo hingga artis cilik film Mandarin yang memerankan Boboho.
6. Minta Diantar ke Rumah Ibunya, Siasat Ali Bakar Rosidah hingga Gosong
Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin mengatakan tersangka Ali Heri Sanjaya telah merencanakan aksi pembunuhan dan pembakaran terhadap Rosidah selama seminggu.
Menurutnya, aksi pembunuhan sadis itu terjadi saat tersangka menunggu Rosidah di luar warung makan. Ali kenal dengan Rosidah karena bekerja di tempat yang sama.
7. Bakar Jasad Rosidah, Ali Bisa Bayar Utang dan Ajak Istri Foya-foya
Polisi membongkar motif Ali Heri Sanjaya, tersangka kasus pembunuhan sekaligus pembakaran terhadap Rosidah yang tak lain adalah teman dekatnya.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, motif pelaku membunuh korban karena sakit hati dan ingin menguasai motor korban untuk dijual dan hasilnya digunakan membayar utang.
Berita Terkait
-
Minta Diantar ke Rumah Ibunya, Siasat Ali Bakar Rosidah hingga Gosong
-
Bakar Rosidah Hidup-hidup, Ali Sakit Hati Diolok-olok Mirip Boboho
-
Bakar Jasad Rosidah, Ali Bisa Bayar Utang dan Ajak Istri Foya-foya
-
Bakar Jasad Rosidah di Tumpukan Bambu, Ali Sempat Beli Bensin Eceran
-
Pelaku Utama Pembakar Wanita di Kabat Teman Dekat, Kakinya Didor Polisi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan