- Pemprov DKI Jakarta membangun jalan layang di Latumenten dan Bintaro Puspita guna meningkatkan keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.
- Pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2030 dengan menggunakan skema anggaran tahun jamak atau multiyears.
- Kedua proyek tersebut menjadi skala prioritas pemerintah untuk membenahi perlintasan sebidang kereta api yang memiliki risiko kecelakaan tinggi.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mengumumkan rencana pembangunan dua jalan layang (flyover) baru yang berlokasi di Jalan Latumenten, Jakarta Barat, dan Bintaro Puspita, Jakarta Selatan.
Proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung pada tahun 2030 dengan tujuan utama meningkatkan aspek keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas di titik perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi titik rawan.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, menjelaskan bahwa pemilihan dua lokasi jalan layang ini merupakan hasil seleksi dari tujuh lokasi yang sebelumnya telah masuk dalam daftar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Penentuan skala prioritas ini harus dilakukan oleh pemerintah daerah karena adanya penyesuaian pada sektor pendanaan pembangunan.
"Ternyata berdasarkan pemotongan anggaran, sampai tahun 2030 terpaksa hanya ada dua yang dipilih oleh Pemprov Daerah Jakarta untuk dibangun," kata dia, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, terdapat lima lokasi lain yang sebenarnya juga masuk dalam rencana awal pembangunan jalan layang.
Kelima lokasi tersebut meliputi kawasan Tanjung Priok, Semanan, Lenteng Agung-Srengseng Sawah, Pejompongan, dan Jalan Panjang.
Meskipun saat ini fokus dialihkan ke Latumenten dan Bintaro Puspita, lokasi-lokasi lainnya tetap dianggap memiliki urgensi tinggi dalam jangka panjang.
"Bukan berarti kemudian Tanjung Priok, Semanan, atau Lenteng Agung tidak penting," kata Nirwono sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
Pembangunan jalan layang di dua titik ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dalam membenahi tata kelola perlintasan transportasi di Jakarta.
Upaya ini difokuskan pada penghapusan perlintasan sebidang maupun perlintasan liar kereta api yang dinilai sebagai area dengan risiko kecelakaan tinggi.
Pemprov DKI Jakarta mengintegrasikan rencana pemindahan perlintasan sebidang ini ke dalam instrumen kebijakan resmi seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), RPJMD, hingga pengalokasian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Komitmen itu harus dibuat oleh kepala daerah. Bagaimana mendorong setiap daerah, terutama yang memiliki perlintasan rawan kecelakaan, memasukkan menjadi program prioritas daerahnya tadi di dalam RTRW-nya," ujar dia.
Secara teknis, Flyover Latumenten di Jakarta Barat akan dibangun untuk melintasi jalur rel kereta api yang membelah kawasan tersebut. Proyek ini mencakup pembangunan di dua sisi jalan, yakni sisi timur dan sisi barat.
Untuk sisi barat, jalan layang direncanakan memiliki panjang mencapai 440,86 meter dengan lebar jalan atau Right of Way (ROW) sebesar 11 meter.
Berita Terkait
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
Sidak Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Soroti Penyempitan Lajur Picu Macet Parah
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Pompa Saja Tak Cukup! Pramono Kaji Pembangunan 'Jalan Melayang' untuk Atasi Banjir Daan Mogot
-
Rem Blong di Tanjakan Flyover Ciputat, Truk Tronton Tabrak Truk hingga Melintang
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas