Suara.com - Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat sudah mengevakuasi warganya dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Indonesia disebut masih menanti giliran untuk melakukan evakuasi WNI di kota yang sama.
Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengibaratkan proses evakuasi di Wuhan seperti rangkaian gerbong kereta api. Masing-masing rangkaian sudah berjajar rapi untuk bergantian masuk ke stasiun. Sama halnya dengan proses evakuasi WNI di Wuhan.
"Semua rangkaian itu sudah sejajar untuk gantian masuk ke wilayah terdampak. Kita juga salah satu dalam posisi mau masuk (ke Wuhan)," kata Teuku di Gedung Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).
Saat ditanya hambatan pemerintah Indonesia untuk mengevakuasi WNI di Wuhan, Teuku menjelaskan kalau setiap negara itu memiliki tantangan yang berbeda-beda.
Amerika Serikat misalnya, yang telah berhasil mengevakuasi 201 warganya dengan menggunakan pesawat. Tapi, tercatat warga Amerika Serikat yang tinggal di Wuhan ialah 1.000 orang sehingga penjemputan dilakukan secara bertahap.
Teuku menuturkan Amerika Serikat kini lebih fokus untuk mengevakuasi korps diplomatik yang bertugas di Wuhan. Hal tersebut juga dilakukan oleh Jepang.
"Dengan demikan dari sisi lokasi, dan konsentrasi masyarakat mereka di satu tempat. Pemindahan mereka dari wilayah terdampak jadi lebih mudah," ujarnya.
Meskipun Indonesia belum melakukan evakuasi terhadap WNI yang bermukim di Wuhan, Teuku mengatakan Indonesia bisa belajar dari Amerika Serikat dan Jepang bagaimana cara efektif untuk mengeluarkan WNI-WNI yang berada di Wuhan, daerah yang diduga penyebaran virus corona itu pertama kali merebak.
"Mudah-mudahan dari pengalaman itu, saat nanti kita melakukan pemulangan, maka menjadi lebih efisien dan efektif dalam pelaksanaannya," pungkasnya.
Baca Juga: Kumpul di Halim, Menteri-menteri Lapor Nasib WNI di China ke Jokowi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan
-
Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari
-
OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi
-
Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo
-
Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli
-
Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita
-
Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500
-
Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri
-
Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi