Suara.com - Evakuasi sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China berlangsung lancar. Sebanyak 245 WNI telah tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (2/2/2020) pagi dengan menggunakan pesawat Batik Air.
Proses evakuasi akibat wabah virus corona tersebut juga diharapkan bisa diterima oleh warga Natuna. Sebab, sebelumnya warga Ranai, Natuna menyuarakan penolakan akan proses evakuasi dan karantian WNI dari China.
Penolakan tersebut tak luput dari perhatian politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Ia berharap pemerintah segera menemukan solusi untuk mengatasi polemik yang terjadi.
Hal itu diungkap Jansen melalui cuitan yang diunggah di akun Twitter pribadinya @jansen_jsp.
"Tinggal soal penolakan masyarakat Natuna jadi tempat karantina ini semoga pemerintah dapat temukan solusinya," tulis Jansen.
Ia lantas menelusuri dua lokasi yang diprediksi akan dijadikan tempat karantina WNI dari China, sebelum dipastikan bebas dari virus corona dan bisa kembali ke keluarga masing-masing.
"Saya barusan google kata kunci: "Rumah Sakit Lanud Raden Sadjad" dan "Rumah Sakit Lanud Ranai". Dapat foto dan berita-berita ini. Mungkin di sinilah nanti akan ditempatkan," imbunya.
Dari hasil penelusuran tersebut, Jansen menjelaskan, RS Lanud Raden Sadjad (Lanud RSA) merupakan rumah sakit baru yang telah diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada 18 Desember 2018. Ia menyertakan artikel mengenai rumah sakit tersebut.
"Untuk ulasan lengkapnya mengenai Rumah Sakit Lanud Raden Sadjad ini, mungkin dapat baca berita ini. Di mana RS ini sesuai berita diresmikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pd tanggal 18 Des 2018 yang lalu," kata Jansen.
Baca Juga: Isyana Sarasvati Ungkap Alasan Mau Menikah dengan Rayhan Maditra
Dalam artikel itu, diperoleh informasi bahwa RS Lanud RSA telah dilengkapi dengan tenaga medis profesional yang siap memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di perbatasan.
Namun hingga kekinian, belum diketahui pasti lokasi karantina WNI dari Wuhan.
Untuk diketahui, warga Ranai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Natuna, menolak adanya karantian dan proses evakuasi ratusan WNI dari China.
"Masyarakat masih bertahan di kantor DPRD untuk menyuarakan aspirasi mereka, bahwa mereka menolak kedatangan WNI dari China untuk proses evakuasi dan karantina di Natuna," kata Kabag Humas Pemkab Natuna, Defrizal saat dihubungi Batamnews--jaringan Suara.com, Sabtu (1/2)
Defrizal mengaku tidak mengetahui sampai kapan warga bertahan untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Dia menduga masyarakat akan bertahan sampai mendapat jawaban dari pembuat kebijakan dalam hal ini pemerintah pusat.
Pemkab Natuna sampai saat ini juga belum bisa meyakinkan warga tetap tenang karena tidak memiliki informasi apa pun terkait proses evakuasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno