Suara.com - Kepolisian Inggris kembali merilis hasil investigasi terkait kasus 39 mayat dalam truk kontainer. Mereka mengungkapkan hasil pemeriksaan postmorten para korban.
Dilaporkan The New York Times, Selasa (11/2/2020), pemeriksaan postmortem sementara terhadap 39 mayat yang ditemukan di dalam sebuah truk kontainer di Inggris menyimpulkan para korban meninggal karena kekurangan oksigen.
Dalam keterangannya, polisi juga menyebut para korban kepanasan karena kondiri ruangan yang tertutup.
Puluhan mayat ini ditemukan pada Rabu (23/10/2019) dini hari di dalam kontainer pendingin sebuah truk di Grays, Essex, Inggris. Semua korban merupakan migran dari Vietnam.
Polisi mengatakan orang-orang yang meninggal berusia antara 15 hingga 44 tahun. Diantaranya, 31 pria dan delapan wanita diyakini telah membayar pelaku untuk menyelundupkan mereka ke Inggris.
"Tim kami terus mengembangkan penyelidikan dan bekerja dengan Badan Kejahatan Nasional dan lembaga penegak hukum lainnya dari seluruh dunia untuk melanjutkan penyelidikan panjang dan kompleks tersebut," kata polisi wilayah Essex dalam sebuah pernyataan.
Kasus menjadi lebih jelas ketika polisi menyelidiki identitas tersangka. Pelaku memiliki jaringan yang diyakini bertanggung jawab atas operasi penyelundupan.
Gheorghe Nica, dari Basildon di Inggris timur, ditahan di Bandara Frankfurt Jerman pada 29 Januari. Pria berusia 43 tahun itu muncul di Pengadilan Magistrasi Chelmsford pada hari Sabtu.
Nica menghadapi 39 dakwaan pembunuhan dan satu dakwaan konspirasi dalam memfasilitasi imigrasi ilegal.
Baca Juga: Keren, Indonesia Teliti Obat Herbal untuk Jadi Vaksin Virus Corona Covid-19
Pria kedua, yang berusia 22 tahun, ditangkap di Irlandia Utara karena dicurigai melakukan pembunuhan dan memfasilitasi imigrasi yang melanggar hukum. Dia menjadi tahanan polisi di Inggris tetapi belum didakwa atau diungkap namanya.
Tersangka lain dari Irlandia Utara, Eamonn Harrison, 23, ditahan di Irlandia atas tuduhan pembunuhan dan konspirasi terhadap penyelundupan orang.
Dia akan menghadapi sidang Pengadilan Tinggi Dublin yang dijadwalkan hari Rabu.
Para jaksa menuduh Harrison membawa kontainer itu ke pelabuhan Zeebrugge di Belgia dimana kapal kemudian membawanya ke Inggris. Kontainer tersebut diambil oleh Maurice Robinson, yang juga berasal dari Irlandia Utara dan didakwa melakukan pembunuhan.
Pengacara Harrison berpendapat bahwa Inggris seharusnya tidak dapat mencari ekstradisinya dari Irlandia karena dugaan pelanggaran terjadi di Belgia.
Sebelumnya, petugas menemukan sidik jari berdarah di bagian dalam pintu kontainer tersebut, sebagaimana dilaporkan Mirror, Sabtu (26/10/2019).
Seorang sumber mengatakan: "Ketika pintu dibuka, saksi mata pertama terkejut melihat puluhan mayat bertumpuk di atas satu sama lain."
Mayat yang paling dekat dengan pintu kondisinya memprihatinkan dan telah mengalami rigor mortis. Sidik jari berdarah ditemukan sepanjang bagian dalam pintu kontainer.
Polisi menduga para korban menggedor pintu kontainer untuk meminta bantuan sebelum akhirnya ditemukan telah menjadi mayat.
Berita Terkait
-
Ikut Nenek Jaga Kebun Durian, Bocah 5 Tahun Tewas Mengambang di Bendungan
-
Ibu Mertua Sekda Lamongan Dibunuh, Leher Ditusuk-tusuk Pakai Pisau Pusaka
-
Geger Mayat Perempuan Bercelana Ungu Tergeletak di Pintu Rel Kereta Kosambi
-
WN China Tewas yang Membusuk di Apartemen Meikarta Masih Kenakan Masker
-
Mayat Wanita Nyaris Bugil Terbungkus Karung Tak Terdaftar dalam e-KTP
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan