Suara.com - Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi dapat surat panggilan dari Komisi V DPR RI. Dalam agenda pertemuan yang akan berlangsung pada Rabu (19/2/2020) besok bakal membahas terkait polemik rencana pembangunan Hotel di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).
Prasetio mengatakan dirinya diminta untuk menjelaskan lebih lanjut soal polemik ini.
“Saya besok dipanggil oleh komisi V DPR RI, mau diajak ngobrol diskusi itu, ada suratnya sudah ke saya," kata Prasetio di gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020).
Prasetio belum bisa memastikan apa saja yang dibahas dengan dengan komisi V DPR RI pada pertemuan tersebut.
Proyek ini sendiri menuai polemik karena dinilai memasukan unsur komersil pada kegiatan kesenian di TIM. Prasetio sendiri menilai seharusnya pemugaran ini melibatkan para seniman TIM.
“Sekarang begini, itu kan situs nasional juga. Kalau saya, harusnya sebaiknya fasilitasi dulu para seniman maunya seperti apa, jangan bicara komersialnya," jelasnya.
Terkait penolakan pembangunan hotel oleh para seniman di TIM, Prasetio menilai hal yang wajar. Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan kalau TIM memang dibuat dengan tujuan pada pengembangan kesenian, bukan bisnis.
“Ini bicara masalah komersialnya dulu, ya pasti mereka menolak. Ini amanah lho namanya Taman Ismail Marzuki," katanya lagi.
Untuk diketahui, proyek revitalisasi TIM ini sudah berjalan sejak penghujung tahun 2019 setelah Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama pada Juli 2019 lalu. Pemugaran ini juga memakan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun dan ditargetkan rampung pada 2021 mendatang.
Baca Juga: DPR: BPJS Kesehatan Tak Bakal Tekor Rp 32 Triliun, Jika...
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra