Suara.com - Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla Aan Kurnia menemui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Dalam pertemuan itu, mereka membahas rencana Omnibus Law regulasi tentang keamanan laut.
Aan mengatakan draf tersebut kekinian sedang dirancang dan diharapkan akan selesai pada tahun ini. Penyederhaan regulasi kata dia, untuk keamanan laut itu sesuai dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Sehingga nanti keluarannya teman-teman pengguna di laut khususnya masalah perekonomian ini tentunya lebih lebih simpel dengan adanya satu pintu (Bakamla) ini," kata Aan di Kantor Kemenkopolhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020).
Rancangan Omnibus Law khusus keamanan laut itu mulai muncul lantaran sebelumnya ada 17 undang-undang yang mengatur soal penanganan laut. 17 UU tersebut dianggap menghambat investasi.
Banyaknya aturan semacam itu juga menjadi hambatan bagi Bakamla untuk menyederhanakannya. Namun dengan adanya omnibus law menurutnya akan memudahkan regulasi.
Karena regulasi sebelumnya juga menyangkut beragam kementerian serta lembaga, maka menurut ia perlu ada waktu untuk duduk bersama membahas omnibus law tersebut.
Lebih lanjut, ia menyebut draf regulasi tentang keamanan laut sudah dirancang dan masih berjalan. Ia mengharapkan kalau draf tersebut akan rampung tahun ini.
"Makin cepat makin bagus Insyaallah tahun ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD telah membahas soal penyederhanaan regulasi atau omnibus law khusus keamanan laut bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga: Mahfud MD: Istilah Omnibus Law Tidak Usah Dipersoalkan
Rancangan omnibus law khusus keamanan laut tersebut dibahas karena ada 17 undang-undang yang mengatur soal penanganan laut, sehingga menghambat investasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL
-
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
-
Jakarta Mulai Sepi Pendatang? Ini Data Mengejutkan Pascalebaran Dua Tahun Terakhir
-
DPRD DKI Soroti TPS Ilegal hingga Parkir Liar, Desak Pemprov Benahi Lingkungan
-
Israel Respon 3 TNI Tewas Kena Ledakan di Lebanon
-
Sampah Setinggi 4 Meter Kepung TPS Rawadas, Warga Desak Tambahan Truk: 'Kasihan Masyarakat'
-
IESR Soroti Krisis Energi Akibat Selat Hormuz: WFH Hanya Solusi Sementara
-
Kemenekraf Respons Kasus Amsal Sitepu, Soroti Penilaian Jasa Kreatif yang Kerap Disamakan Barang
-
KontraS Ungkap Kondisi Kritis Andrie Yunus di DPR: Dua Pekan Dirawat di HCU
-
Komisi III DPR Gelar Rapat Bahas Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus