Suara.com - Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menerima laporan adanya dugaan intimidasi yang dilakukan oknum tertentu kepada kelompok masyarakat yang menolak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.
Pengacara publik LBH Jakarta Citra Referandum menyebut ada dua kasus intimidasi kepada kelompok masyarakat yang menolak RUU Omnibus Law.
Dugaan intimidasi yang pertama kata dia, pembubaran diskusi "Omnimbus Law bertajuk 'Nasib Cilaka Bagi Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar' yang digelar oleh Federasi Pejar Indonesia (Fijar) di Jakarta Barat pada 8 Februari 2020.
"Kelompok mahasiswa dan buruh mengadakan diskusi terkait Omnibus Law jam 19.00. Tapi ada polisi yang mengaku sebagai Kanit Intelkam, menanyakan perizinan diskusi dan meminta bubar diskusi karena menentang kebijakan pemerintah," ujar Citra di kantor Walhi Nasional, Jakarta, Kamis (20/2/2020).
Citra menuturkan polisi tersebut sudah datang sejak sore sekitar jam 16.00 WIB. Karena tak memiliki dasar untuk membubarkan diskusi tersebut, polisi akhirnya mengawasi jalannya diskusi sampai jam 22.00 WIB.
Aparat kepolisian kata Citra, sampai mengintimidasi melalui ketua RT dan karang taruna setempat.
"Ketua RT dan karang taruna dipanggil sekitar jam 20.00 untuk menghadap polisi dan menanyakan perihal perizinan diskusi. Lalu meminta kedepan pihak RT dan karangtaruna harus meminta izin dulu ke polisi setempat kalau ada warga yang mau ngadain diskusi," ucap Citra.
Ia pun mempertanyakan masalah izin diskusi tersebut.
"Karena tidak punya dasar hukum yang jelas juga. Katanya diskusi harus punya perizinan, izin dari mana? perlu ditelaah lagi, apa saya lupa atau gimana. Bahkan unras (Unjuk rasa) pun sifatnya pemberitahuan, bukan izin. apalagi diskusi," ucap Citra.
Baca Juga: Tidak Ada Polisi, Pemotor Nekat Lawan Arus di Tanjung Barat
Untuk kasus kedua kata Citra, yakni Sekretariat KASBI di Jakarta Timur didatangi sekitar 15 orang tidak dikenal pada 17 Februari 2020 sekitar pukul 09.30 WIB.
"Mereka menyatroni dulu kemudian mereka membakar ban, mereka teriak teriak mereka mengencam orang orang yang menolak Omnimbus Law. Habis mereka bakar ban sudah nyala mereka kabur," kata dia.
Lebih lanjut, Citra meyakini pihak-pihak yang menolak Omnibus Law akan terus menerus mendapat intimidasi.
"Karena omnimbus law ini betul betul kepentingan dari si oligarki itu sendiri mereka mengeruk sebesar besarnya keuntungan buat para pemodal kemudian untuk mengamankan itu. Maka tidak ada pilihan untuk melakukan intimidasi karena memang jelas penolakan itu sangat kencang," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas