Suara.com - Sejak banjir besar di Jakarta pada awal tahun 2020 lalu, mencuat polemik soal naturalisasi dan normalisasi sungai.
Namun DPR mengaku tak mempermasalahkan kedua program itu karena yang paling penting adalah pengerjaannya.
Naturalisasi sendiri diketahui merupakan program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut pembenahan sungai dilakukan tanpa beton.
Air di sungai dianggap tidak boleh hanya dialirkan ke sungai tapi harus diserap ke tanah.
Sementara normalisasi merupakan program Gubernur pendahulunya dan Pemerintah Pusat sekarang. Kebijakan ini bertujuan melebarkan sungai dan mempercepat aliran sungai ke laut.
Polemik ini rencananya menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi V DPR RI. Namun rapat ditunda karena tiga Kepala Daerah, termasuk Anies tidak hadir.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan pihaknya ingin mendengar keterangan soal pengerjaan pembenahan sungai. Menurutnya masalah normalisasi dan naturalisasi harus diluruskan.
"Sebetulnya kami ingin menyelesaikan perdebatan di luar. Terkait dengan apakah normalisasi atau naturalisasi, tapi kami ingin dengar apa sih kerjanisasi yang dilakukan," ujar Lasarus usai menunda rapat di gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).
Menurutnya masalah penanganan banjir di Jakarta adalah kurangnya koordinasi Anies dengan pimpinan pusat. Pasalnya, sungai Ciliwung yang kerap meluap ini tidak hanya melintasi Jakarta, tapi daerah lainnya.
Baca Juga: Curhatan Warga Bekasi, Servis Mobil Rp 10 Juta karena Terendam Banjir
"Ada kewenangan pemerintah pusat di wilayah pemerintah daerah, karena kewenangan pemerintah pusat di wilayah pemerintah daerah, Pemerintah Pusat tidak bisa melakukan pengerjaan serta merta tanpa bantuan Pemda" jelasnya.
Selain itu, ia mengaku mendapatkan informasi dari DPRD DKI soal Anies yang terlihat kurang serius menangani banjir. Alasannya, Anies tidak banyak meminta anggaran untuk keperluan penanganan banjir di Jakarta.
"Kalau mereka tidak anggarkan maka pembebasan lahan tidak akan dikerjakan. Lahan ini kalau enggak dibebaskan, pak Menteri (Basuki) enggak bisa kerja," jelasnya.
Karena itu ia mengaku tak mempermasalahkan soal rencana penanganan banjir harus normalisasi atau naturalisasi. Lasarus menyatakan yang terpenting adalah menunjukan kinerjanya.
"Jadi perkaranya bukan normalisasi atau naturalisasi tapi tidak dikerjanisasi barang ini," kata dia.
Berita Terkait
-
5 Orang Tewas Selama 2 Hari Banjir di Jakarta, Tangerang dan Bekasi
-
Sebut Banjir Bukan Tanggung Jawab Anies, Cawagub Riza: Ini Masalah Besar
-
Banjir Terus, Kementerian ATR/BPN Audit Tata Ruang Jakarta, Termasuk Istana
-
Sibuk Tinjau Banjir di Jakarta, Dalih Anies Absen Rapat DPR
-
Cipinang Melayu Masih Kebanjiran Sore Ini
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!