Suara.com - AKD, seorang remaja berusia 16 tahun dicokok polisi saat berada di sekolahnya. Penangkapan itu terkait kasus pencurian sekaligus pembunuhan terhadap Rita Pasau, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Jayapura, Papua.
Pejabat Sementara (PS) Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas menyampaikan, kasus ini terkuak setelah polisi mendalami laporan terkait penemuan mayat korban.
"Selang 4 hari setelah kejadian, pelaku berhasil teridentifikasi oleh polisi sehingga dilakukan penangkapan di sekolahnya," kata Gustav seperti dilansir dari Kabarpapua.com--jaringan Suara.com, kemarin.
Dari hasil penyidikan, kata Gustav, aksinya itu bermula saat AKD melintas di depan rumah korban. Lantaran situasinya sedang sepi, ABG itu pun berniat mencuri.
Ketika itu, pelaku masuk lewat pintu samping rumah korban dan melihat satu buah telepon genggam milik korban. Namun saat AKD masuk rumah, korban berteriak minta tolong. Pelaku panik, kemudian mendorong korban hingga ke kamar dan melakukan penganiayaan.
"Meski korban berusaha melawan, pelaku terus mencekik korban hingga lemas. Saat itu, pelaku juga memperkosa korban," kata Urbinas.
Gustav mengatakan, kasus ini bermula setelah Rita dikabarkan sudah tiga hari tak masuk kantor tanpa keterangan. Jasad wanita paruh baya itu ditemukan rekan kerjannya saat mendatangi rumah korban.
"Saat dicek ke rumah korban, tercium aroma tak sedap, sehingga rekan korban mendobrak pintu rumahnya dan ditemukan korban sudah meninggal dunia,” jelas Gustav.
Dalam kejadian ini, polisi telah menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon genggam milik korban, serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.
Baca Juga: Setelah 2 Minggu Koma, Belia Korban Perkosaan Sadis di Cimahi Meninggal
"Pelaku dikenakan pasal premier 339 sub Pasal 338 KUHP dan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun," kata dia.
Berita Terkait
-
Ditangkap di Sekolahnya, Pelajar Perkosa Mayat PNS saat Bobol Rumah
-
Balitanya Ditemukan Tewas, Sinta dan Suami Kritis Kena Tusuk
-
Satu Keluarga Dibantai di Sumut, Satu Tewas dan Dua Kritis
-
Sewot Gegara Nyanyi-nyanyi Sembari Tiduran, Astuti Dibunuh Suami
-
Dapat Kenalan Online, Kakek Ini Bunuh Istri dan Kabur Bawa Sex Toys Sekoper
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian