News / Nasional
Selasa, 03 Maret 2020 | 11:03 WIB
Saat simulasi penanganan penumpang yang terinfeksi Virus Corona di Bandara Ahmad Yani Semarang (Suara.com/Dafi Yusuf).

Suara.com - Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan konsultasi dengan Pemerintah Vietnam. Negara tersebut telah berhasil mengobati seluruh pasien di negaranya yang terinfeksi virus corona hingga sembuh.

Hal itu disampaikan oleh Ferdinand melalui akun Twitter miliknya @fedinandhaean2. Ferdinand meminta Kemenkes bisa belajar dari Vietnam.

"Saya sarankan @KemenkesRI agar segera konsultasi dengan pihak Vietnam terkait pengobatan yang mereka lakukan," kata Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Selasa (3/3/2020).

Ferdinand berharap agar pemerintah bisa segera mempelajari cara-cara Vietnam mengobati pasien virus corona. Sehingga penyebaran virus di Indonesia bisa dihentikan.

Laporan dari Vietnam tersebut tentu membawa angin segar untuk dunia. Saat ini seluruh penjuru dunia dilanda kekhawatiran akibat merebaknya virus mematikan tersebut.

"Berita baik untuk dunia," ujarnya.

Kemenkes diminta belajar pengobatan virus corona ke Vietnam (Twitter/ferdinandhaean2)

16 Pasien Corona di Vietnam Sembuh

Dialihbahasakan dari Aljazeera, sebanyak 16 orang yang sebelumnya dinyatakan positif terjangkit virus corona telah diizinkan keluar dari rumah sakit. Mereka telah dinyatakan sembuh dari virus yang bersumber dari Kota Wuhan, China itu.

Vietnam melaporkan kasus pertama virus corona pada 1 Februari 2020. Pemerintah Vietnam sempat melakukan isolasi di sebuah desa di utara Hanoi selama 20 hari.

Baca Juga: Warga Selo Boyolali Saksikan Kilat Saat Gunung Merapi Erupsi

Wakil Perdana Menteri Vietnam Vu Duc Dam menyatakan jajarannya telah berhasil memerangi virus corona. Hingga Jumat (28/2/2020), pemerintah setempat telah mendeteksi tidak adanya kasus infeksi virus corona baru.

"Jika menghadapi COVID-19 adalah perang, kami sudah memenangkan perang putaran pertama. Tetapi, situasinya bisa sangat tidak terduga," kata Vu Duc Dam.

Load More