Suara.com - Wujudnya mungil. Ukurannya sepersepuluh lebar rambut manusia. Ya, virus Corona atau Covid-19. Virus tersebut kini menyebar dari manusia ke manusia di seluruh dunia. Tercatat, setidaknya 60 negara terkontaminasi.
Virus ini memang sangat baru, Karena itu pula, pemahaman para ahli terkait penyebaran virus Corona atau Covid-19 sangat minim. Namun, setidaknya mereka bisa membuat beberapa panduan terkait penularan Corona.
Berikut panduan yang berbentuk tanya jawab seperti ditulis jurnalis Heather Murphy dan dialihbahasakan Suara.com dari laman Nytimes.com, Selasa (3/3/2020):
1. Jika berpapasan dengan orang yang sakit, apakah saya juga akan tertular?
Misalkan kamu berjalan ke toko kelontong yang ramai. Lalu, ada seseorang memiliki coronavirus. Apakah bisa membuat kamu paling berisiko terinfeksi oleh orang itu?
Para ahli sepakat bahwa mereka memiliki banyak hal untuk dipelajari. Tapi, ada empat faktor yang bisa memungkinkan penularan virus tersebut.
Keempat faktor itu adalah: seberapa dekat kamu? berapa lama kamu berada di dekat orang tersebut? apakah orang itu memproyeksikan tetesan virus pada kamu? dan seberapa banyak kamu menyentuh wajah Anda.
Dan, tentu saja usia dan kondisi kesehatan kamu saat itu menjadi faktor penentu juga.
2. Menular lewat tetesan virus?
Baca Juga: Digempur Isu Virus Corona, Bagaimana Prospek Saham RS Mitra Keluarga?
Tetesan ini mengandung partikel virus. Virus adalah mikroba kecil yang tergantung pada sel, mengambil alih, membuat lebih banyak dari dirinya sendiri dan pindah ke inang berikutnya.
"Itulah gaya hidup virus," kata Gary Whittaker, profesor virologi di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Cornell.
Virus "telanjang" tidak bisa pergi ke mana pun, kecuali jika menumpang tetesan lendir atau air liur, kata Kin-on Kwok, profesor di Universitas Joki Club Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Perawatan Primer Hong Kong.
Tetesan lendir dan air liur ini dikeluarkan dari mulut atau hidung saat kita batuk, bersin, tertawa, bernyanyi, bernapas, dan berbicara. Jika mereka tidak menabrak sesuatu di sepanjang jalan, mereka biasanya mendarat di lantai atau tanah.
Untuk mendapatkan akses ke sel Anda, tetesan virus harus masuk melalui mata, hidung atau mulut. Beberapa ahli percaya bahwa bersin dan batuk kemungkinan merupakan bentuk penularan utama virus tersebut.
Menurut Profesor Kwok, berbicara secara langsung atau berbagi makanan dengan seseorang dapat menimbulkan risiko tertular virus Corona atau Covid-19.
Berita Terkait
-
Denny Cagur dan Istri Sayangkan Sikap Warga yang Timbun Masker dan Makanan
-
Siap Siaga Hadapi Covid-19 di Indonesia
-
Digempur Isu Virus Corona, Bagaimana Prospek Saham RS Mitra Keluarga?
-
Dari Malaysia, TKW Sukabumi Sekapal dengan 3 Penumpang Terinfeksi Corona
-
Pemerintah Tunjuk Yurianto Jadi Jubir Penanganan Virus Corona di Indonesia
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
"Celana Saya Juga Hancur", Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas