Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri acara Penganugerahan Gelar Bapak Ekonomi Syariah Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Jumat (6/3/2020). Dalam kesempatan itu, Ma'ruf menyampaikan kalau ekonomi syariah harus bisa mendatangkan manfaat dan nilai tambah untuk negara.
Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk Islam terbesar di dunia. Dengan begitu menurutnya Indonesia sudah semestinya menjadi pemimpin dunia dalam hal ekonomi dan keuangan syariah. Ma'ruf mengingatkan kegiatan ekonomi syariah itu mesti mendatangkan manfaat.
"Aktivitas ekonomi syariah harus dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindarkan mudharat," kata Ma'ruf saat berpidato.
Ma'ruf mengatakan pemerintah tengah mendorong perkembangan keuangan ekonomi syariah disamping keuangan ekonomi konvensial yang sudah berjalan lama. Ia menyebut ekonomi syariah dan konvensial itu harus saling bersinergi dan tidak dibenturkan satu dengan yang lain.
Menurutnya dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah mesti berpegang pada visi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mesti diletakkan sebagai sebuah pilihan rasional untuk masyarakat.
Ma'ruf mengungkapkan maksud dari pilihan rasional tersebut ialah pilihan untuk memberikan manfaat dan nilai tambah yang lebih baik dalam menjalankan aktivitas kesehariannya termasuk aktivitas ekonomi.
"Sebagai sebuah pilihan yang rasional, ativitas ekonomi dan produk keuangan syariah dapat menjadi gaya hidup bagi semua orang," ujarnya.
Lebih lanjut Ma'ruf menuturkan, ada tujuh prinsip syariah yang tentang ekonomi yang mesti dipenuhi dalam aktivitas ekonomi syariah. Salah satunya ialah segala bentuk aktivitas dalam ekonomi syariah itu dasar hukumnya yakni mubah atau boleh, kecuali jika ditentukan lain oleh suatu dalil.
"Hal ini mendorong praktik ekonomi syariah menjadi lebih mudah dan memberi kesempatan luas kepada masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi syariah," tandasnya.
Baca Juga: Pemerintah Tak Akan Naikan Tarif Listrik untuk Redam Dampak Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB
-
Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?