Sesaat setelah klub telanjang itu ditutup, Brodie mengaku ketakutan lantaran penghasilannya terancam.
"Setelah kami tutup, aku ketakutan. Ini adalah sumber penghasilan utama saya. Tapi ketika Boulden membuat lelucon dan orang-orang mulai tertarik tentang itu dan kami mulai mengerjakan," kata Brodie.
Ia menambahkan, "Kami merasa layanan ini membuat para penari kembali dipekerjakan dan mendapatkan penghasilan begitu juga dengan para penjaga, DJ, koki - itu membuat kita semua terus bekerja".
Baik Brodie dan Toxic, penari lain di Lucky Devil Lounge, mengatakan selama layanan delivery ini berjalan responnya cukup positif, menyenangkan, dan menggembirakan.
Toxic bercerita, "Kami mendengar cerita dari orang-orang di komunitas kami. Banyak orang yang di-PHK, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya."
"Kita harus membawa sukacita ke dalam hidup mereka. Hanya bisa berada di sana untuk komunitas kami dan berada di sana untuk satu sama lain - itu benar-benar bermanfaat," lanjutnya.
Toxic memberikan usul ke bosnya agar tetap menjalankan layanan ini meskipun jika nanti wabah telah reda.
"Aku ingin melempar usul ke Shon di suatu titik, sesuatu yang disebut "Boober Deluxe". Setelah masa karantina ketika kita tidak memiliki aturan jarak sosial, kami dapat muncul di limusin, stripparoke, dan delivery makan malam. Itu akan sangat menyenangkan," ujarnya.
Baca Juga: Per Hari Ini, 87 WNI di Luar Negeri Positif Covid, 1 Meninggal di Singapura
Tag
Berita Terkait
-
Seorang Perempuan Warga Bukittinggi Sumbar Positif Corona
-
Per Hari Ini, 87 WNI di Luar Negeri Positif Covid, 1 Meninggal di Singapura
-
Cynthia Tan Bagikan Seribu Masker Gratis Buat Perangi Virus Corona
-
Cegah Penularan Corona, Pelayat Ibunda Jokowi di Solo Wajib Tes Kesehatan
-
Positif Corona Covid-19, Perawat Ini Pilih Bunuh Diri akibat Stres Berat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat