Suara.com - Seorang polisi di India punya cara unik untuk membuat warga mau #dirumahaja. Ia mengenakan sebuah helm yang berbentuk bak virus corona supaya warga takut dengan virus tersebut.
Mengutip dari Metro, polisi yang banyak akal itu bernama Rajesh Babu. Ia sedang melakukan patroli di jalan raya guna memperingatkan warga agar mau bertahan di rumah selama masa lockdown.
BACA JUGA: Nekat Gelar Hajatan saat Pandemi Corona, Warga Ini Kena Damprat Polisi
Rajesh mengaku sudah melakukan berbagai macam cara namun masyarakat tetap bandel dan tak mengindahkan aturan lockdown. Akhirnya ia mencari akal dan menemukan ide untuk memakai helm yang berbentuk menyerupai virus corona.
"Kami telah melakukan berbagai cara tetapi orang-orang masih berkeliaran di luar. Makanya, helm ini adalah salah satu upaya yang kami lakukan supaya mereka sadar kalau kami tidak main-main," terang Rajesh seperti dikutip dari Metro.
BACA JUGA: Nekat Beli Susu saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok Polisi
Ia mengaku teknik itu lumayan berhasil untuk membujuk warga supaya mau kembali ke rumah. Anak-anak kecil yang melihat helm itu ketakutan dan langsung ingin pulang ke rumah.
"Saat saya memakai helm ini, pikiran tentang virus corona muncul di benak para pengendara. Terutama anak-anak yang langsung bereaksi keras setelah melihatnya dan ingin pulang," lanjutnya.
Rupanya helm tersebut dibuat oleh seorang seniman lokal bernama Gowtham. Ia membuat helm virus corona dari kertas lalu memberikannya kepada polisi untuk menakut-nakuti warga yang memaksa keluar rumah meski status negara sedang lockdown.
Baca Juga: Pemberlakuan Karantina Wilayah Secara Diam-Diam, Pemerintah Langgar Hukum
BACA JUGA: 4 Hukuman bagi Pelanggar Lockdown, dari Denda sampai Penjara
India menetapkan status lockdown sejak 24 Maret 2020. Aturan tersebut akan berlangsung selama 21 hari ke depan, yang berarti tak boleh ada arus masuk ataupun keluar dari negara tersebut.
Hingga hari Rabu (25/3/2020), jumlah kasus corona di India ada 492 kasus sementara jumlah kematian ada sembilan orang.
Nekat Beli Susu saat Lockdown, Pria di India Tewas Dikeroyok Polisi
Seorang pria di Distrik Howrah, Benggala Barat, India, meninggal dunia saat masa Lockdown. Ia tewas usai dikeroyok sejumlah anggota polisi karena kedapatan berada di luar ketika sistem Lockdown tengah diterapkan di India.
Dikutip dari India Today, pria yang berusia 32 tahun itu keluar dari rumah karena hendak membeli susu. Namun, di tengah perjalanan, pria yang diketahui bernama Lal Swami itu dihadang sejumlah polisi.
Berita Terkait
-
Jadwal Wakil Indonesia di India Open 2026, Mulai Tanding Hari Ini
-
Tunggal Putri India Ungkap Peran Pelatih asal Indonesia dalam Kebangkitannya
-
4 Wakil Indonesia Siap Berlaga di India Open 2026, Jonatan Christie hingga Sabar/Reza
-
Sinopsis The Raja Saab, Film India Terbaru Prabhas dan Sanjay Dutt
-
Sinopsis Ikkis, Film India yang Dibintangi Dharmendra dan Agastya Nanda
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
Menkes Minta Percepatan Perbaikan Rumah Nakes Terdampak Bencana di Sumatra: Biar Bisa Kerja Normal
-
Tak Hanya PDIP, Komisi II DPR Klaim Bakal Tampung Usulan Golkar hingga Gerindra Soal Model Pilkada
-
Ketua Komisi II DPR: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN adalah Pesan 'No Point to Return'
-
Tangerang 'Lumpuh' Diterjang Banjir: 50 Ribu Jiwa Terdampak, Kosambi Paling Parah
-
Kasus Dugaan Penipuan Akademi Crypto Masuk Tahap Pemeriksaan, Korban Klaim Rugi Rp3 Miliar
-
PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?
-
Viral Video Tawuran di Rel Kereta Pekojan Disebut Pakai Senpi, Polisi: Video Lama!
-
Gaya Gibran Curi Perhatian, Makna Tas Noken yang Melingkar di Lehernya Saat Tiba di Papua
-
BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
-
Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng