Suara.com - Satu pasien wanita berinisial R (23) meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (30/3/2020).
Wanita tersebut dinyatakan meninggal setelah mengalami gagal pernapasan.
Komandan Satuan Tugas Kesehatan RS Darurat Covid-19, Brigjen TNI dr. Agung Hermawanto mengatakan R yang masuk ke dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah menjalani rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet sejak 24 Maret 2020.
Sepekan kemudian R mengalami penurunan kondisi sejak pukul 15.00 WIB dan langsung ditangani oleh tim dokter dan tim ahli. Saat itu R juga masih sempat didaftarkan ke RS rujukan yakni RSPAD Gatot Subroto dan RSUD Fatmawati.
"Namun sejak pukul 18.00 WIB kondisi pasien semakin memburuk dan walau tim dokter telah mengerahkan segala kemampuannya, pasien pada akhirnya meninggal dunia pada pukul 20.52 WIB," kata Agung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2020).
Pasien mengalami penurunan kondisi mulai pukul 15.00 dan segera ditangani intensif oleh tim dokter dan tim ahli, termasuk mendaftarkan pasien ke RS rujukan RSPAD dan Fatmawati.
Namun, sejak pukul 18.00 kondisi pasien semakin memburuk dan walau tim dokter telah mengerahkan segala kemampuannya, pasien pada akhirnya meninggal dunia pada pukul 20.52.
Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa proses pemakaman jenazah almarhumah R langsung dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19.
Baca Juga: Menperindag Era Soeharto, Bob Hasan Meninggal Bukan karena Corona
Berita Terkait
-
Menperindag Era Soeharto, Bob Hasan Meninggal Bukan karena Corona
-
Kemendes Minta Desa Bentuk Relawan Tanggap Covid-19, Apa Saja Tugasnya?
-
Gegara Corona, BPS Bakal Perpanjang Waktu Sensus Penduduk Secara Online
-
Kasus Ketiga di Wisma Atlet, Wanita Asal Bogor Meninggal Berstatus PDP
-
Pasien Covid-19 di Wisma Atlet 413 Orang, 1 PDP Meninggal Dunia
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap
-
Taring Kekuasaan di Pom Bensin: Kala Pegawai SPBU yang Dihajar Karena Menegakkan Aturan
-
Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya
-
Dirut Supertone Ngaku Untung 'Dikit' dari Laptop Chromebook di Tengah Kasus Korupsi Rp 2,18 Triliun
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri