Suara.com - Meninggalnya Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor akibat virus corona pada 2 April 2020 membuat cemas para wartawan yang meliput kegiatan Aptripel. Setidaknya ada sepuluh jurnalis yang mengaku sempat bertemu Aptripel, sebelum dia dirujuk ke rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kecemasan meliputi Ivan Tagora (28), jurnalis di salah satu media cetak, setelah mengetahui bahwa Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor, yang wafat pada 2 April lalu, positif terjangkit virus corona. Hasil itu didapat dari pemeriksaan sampel swab Aptripel.
Ivan, yang sudah dua tahun meliput di Morowali Utara, terakhir kali bertemu almarhum Aptripel pada 25 Maret 2020. Saat itu Ivan meliput penyemprotan disinfektan di kawasan pertokoan dan pasar di Kota Kolonodale. Selain dirinya juga ada seorang wartawan lain yang meliput kegiatan itu.
Mengikuti imbauan pemerintah setempat, Ivan pada Sabtu (4/4), mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah Kolonodale untuk melakukan pemeriksaan dengan rapid test. Dia tak sendiri. Sejumlah pejabat daerah, petugas kesehatan, polisi pamong praja yang juga mengikuti pemeriksaan cepat itu.
“Bukan hanya khawatir tapi kami semua takut dengan keadaan. Apalagi setelah mendengar Pak Bupati itu positif corona. Apalagi kami ini yang pernah kontak fisik kurang lebih satu meter sangat khawatir. Jangan sampai virus itu terpapar kepada kami,” ungkap Ivan kepada VOA dari Palu.
Ivan mengatakan dia sudah mengisolasi diri secara mandiri di rumah sejak Jumat (3/4). Kedua anaknya telah diungsikan ke Kabupaten Poso, sedangkan istrinya tetap tinggal menemani Ivan.
“Kami berdua menjaga jarak,” papar Ivan, sambil menambahkan dia masih menunggu hasil pemeriksaan cepat. Hingga Selasa (7/4), Ivan tidak tidak merasakan demam, batuk dan sesak nafas.
Michael Sorisi, jurnalis media online metrosulteng.com kepada VOA melaporkan suasana di kota Kolonodale terpantau lengang karena masyarakat memilih untuk berdiam di rumah.
Michael sendiri memilih untuk melakukan peliputan melalui telepon agar tidak perlu bertemu dengan narasumber.
Baca Juga: Ya Tuhan, Kematian Pasien Corona Covid-19 di AS Hampir Tembus 2000 Per Hari
“Kalau saya telepon-telepon wakil bupati saja. Wawancara lewat telepon, lewat whatsapp,” tutur Michael
Muhammad Iqbal, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu kepada VOA, Sabtu (4/4) mengatakan hasil penelusuran Posko Liputan COVID-19 Sulawesi Tengah di Palu, menunjukkan ada sepuluh jurnalis di Morowali Utara yang mengaku sempat berinteraksi dengan almarhum Aptripel sebelum dia dirujuk ke rumah sakit.
Iqbal mengimbau agar para jurnalis itu untuk melakukan pemeriksaan cepat dan isolasi mandiri.
Posko Jurnalis Liputan COVID-19 Sulawesi Tengah didirikan oleh berbagai organisasi wartawan di Palu pada 29 Maret 2020. Tujuannya untuk mensosialiasikan protocol peliputan COVID-19. Antara lain sebisa mungkin melakukan peliputan tanpa bertemu langsung dengan narasumber.
“Sekalipun misalnya tidak ada jalan lain dan mereka harus keluar ke lapangan, kita minta teman-teman jurnalis itu untuk menjaga jarak dengan objek dan kemudian menggunakan alat pelindung diri semaksimal mungkin,” papar Iqbal.
Iqbal berharap perusahaan-perusahaan media di Sulawesi Tengah mengizinkan para wartawan untuk tidak melakukan peliputan lapangan. Dengan demikian bisa mengurangi risiko terjangkit virus corona.
Berita Terkait
-
Dari Arab, Rizieq Serukan Ormas Ajak Pemprov Bikin Rekening Khusus Corona
-
PSBB Jakarta, Refly Harun: Konon Datanya Belum Lengkap
-
674 Tenaga Medis DKI Diinapkan di Hotel, akan Bertambah 90 Orang
-
Studi: Kandidat Vaksin MERS Bisa Jadi Solusi Atasi Virus Corona Covid-19
-
Penuh Haru, Pasangan Lansia Meninggal di Waktu Berdekatan karena Covid-19
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK