Suara.com - Pandemi virus corona telah membangkitkan aksi kemanusiaan warga dunia untuk bahu membahu membantu sesama. Begitu pula yang ditunjukkan oleh sepasang lansia di Thailand kali ini.
Pasangan tersebut adalah Prachup Wongpaiboonsri (83) dan Yenjai Wongpaiboonsri (80).
Keduanya rela menguras tabungan dan mendonasikan uang senilai 1,15 juta bath atau sekira Rp 552 juta untuk rumah sakit.
Dialihbahasakan dari Daily News via World of Buzz, Selasa (14/4/2020), spasangan Wongpaiboonsri mengelola sebuah kios makanan di Chonburi. Mereka menjajakkan mie bebek kepada pembeli sudah lebih dari 50 tahun.
Meski hidup tak mewah, pasangan itu mengaku sudah cukup tua dan tidak tahun kapan mereka akan dipanggil oleh Sang Pencipta.
Maka dari itu, mereka memilih untuk memberikan bantuan kepada rumah sakit yang menangani pasien virus corona.
Walhasil, tabungan senilai Rp 552 juta milik mereka, disumbangkan kepada dua rumah sakit yakni Queen Savang Vadhana Memorial Hospital dan Lamchabang Hospital.
Kedua pusat pelayanan medis tersebut diketahui membutuhkan ventilator dan kit uji Covid-19 untuk menangani pasien.
Yenjai Wongpaiboonsri mengatakan, donasi yang diberikannya bersama sang suami tak lepas dari pengalaman yang pernah didapat.
Baca Juga: Viral Perempuan Pakai Masker Penis untuk Jaga Jarak, Ini Penampakannya!
Suatu hari, Prachup Wongpaiboonsri mengalami kecelakaan parah hingga membuat dua kakinya patah. Kakek-kakek itu dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Para dokter dan perawat memberikan pengobatan maksimal dan membayar semua tagihan medis Prachup. Hingga kini, Yenjai dan Prachup terkesan dengan kebaikan tersebut.
Sebagai rasa berterima kasih, pasangan itu kemudian memberikan donasi fantantis kepada rumah sakit di situasi darurat akibat pandemi virus corona.
Berita Terkait
-
Sebulan Kerja, Gugus Tugas COVID-19 Sudah Bagi 13 Juta Masker
-
Bosan di Rumah, Evelin Nada Anjani Habiskan Waktu dengan Belajar Ngaji
-
Panduan Menjaga Lansia dari Risiko Terpapar Virus Corona Saat PSBB Jakarta
-
Evelin Nada Anjani Belajar Ngaji Gara-gara Bosan di Rumah
-
Karena Corona, Pemprov DKI Beri Insentif PBB-P2 dan Tak Naikan NJOP 2020
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Wali Kota Madiun Ditahan KPK karena Kasus Pemerasan hingga Gratifikasi Proyek Pemeliharaan Jalan
-
Eks Dirut Pertamina Ungkap Keuntungan PT PIS Tembus Rp9 Triliun Saat Dipimpin Yoki Firnandi
-
Kepala Basarnas Ungkap Kemungkinan Tak Ada Korban Selamat Pesawat ATR: Kami Berharap Ada Mukjizat
-
Analisis BMKG: Pesawat ATR Jatuh di Maros saat Awan Cumulonimbus Selimuti Jalur Pendaratan
-
Menhub Beberkan Sulitnya Evakuasi Pesawat ATR di Maros: Medan 80 Derajat, Black Box Belum Ditemukan
-
Komisi II DPR Buka Peluang Masukkan Aturan Pilkada dalam Kodifikasi RUU Pemilu
-
KAI Daop 1 Jakarta Kembalikan Dana Penumpang hingga Rp1,2 Miliar Imbas Banjir Pekalongan
-
Kejar Tahapan Pemilu, Komisi II DPR Targetkan UU Pemilu Baru Tuntas Akhir 2026
-
Waspada! Kasus DBD di Jakarta Mulai Merayap Naik di Awal 2026
-
Temuan Komisi E DPRD DKI: Obat HIV di Jakbar Disimpan di Ruangan Apek, Pasien Keluhkan Bau Menyengat