Suara.com - Bayi berusia dua bulan yang lahir dari pengungsi suku Warao asal Venezuela terbukti positif mengidap virus corona jenis baru atau COVID-19, menurut kantor wali kota di Kota Manaus, Brazil, pada Rabu (15/4/2020).
Sekitar 600 orang Warao, suku dari delta sungai Orinoco, tinggal di pengungsian ibu kota negara bagian Amazon Brazil, Manaus. Mereka mulai berdatangan pada 2018 setelah menyelamatkan diri dari krisis ekonomi di Venezuela.
Pekerja sosial setempat, yang memindahkan para keluarga ke pengungsian baru untuk menghindari kerumunan selama pandemi virus corona, mendapati bayi tersebut kedinginan. Mereka lantas membawa si bayi berserta ibunya ke rumah sakit 12 hari yang lalu. Bayi itu baru diketahui positif virus corona pada Senin.
Para ahli kesehatan dan antropologi memperingatkan bahaya pandemi yang mengurangi 850.000 warga suku Brazil karena mereka tidak memiliki imunitas penyakit eksternal dan tinggal di rumah-rumah komunal, di mana menjaga jarak sosial menjadi hal yang tak mungkin.
Sejauh ini layanan kesehatan suku Sesai melaporkan tiga kematian akibat virus corona di kalangan warga suku, termasuk remaja 15 tahun, Yanomami, di negara bagian utara Roraima, yang berbatasan dengan Venezuela.
Kantor wali kota Manaus melalui pernyataan mengatakan pihaknya mengaku tidak mengetahui dari mana bayi tersebut tertular. Sementara itu, sang ayah dikarantina dan orang Warao lainnya di pengungsian dalam pengawasan, katanya.
Di salah satu pengungsian, terlihat dari luar pagar oleh fotografer Reuters pada Rabu, pria dari suku Warao sedang bermain voli di ruangan besar dan para keluarga ngobrol berkumpul di area terbuka sambil tidak menggunakan masker.
Manaus, kota berpenduduk 2 juta di jantung hutan hujan Amazon, sangat terpukul akibat epidemi. Jumlah kematian di negara bagian tersebut mencapai dua kali lipat dalam 5 hari menjadi 106 kematian pada Rabu, menurut Kementerian Kesehatan Brazil.
Sistem kesehatan negara bagian Amazon kewalahan akibat epidemi tersebut, dengan seluruh tempat tidur perawatan intensif dan ventilator habis terpakai akibat wabah.
Baca Juga: Brasil Gali Ratusan Makam Antisipasi Pandemi Corona
Sumber: Antara/Reuters
Berita Terkait
-
Amanda Susanti Cole Senang Sayurbox Jadi Solusi Putus Mata Rantai Covid-19
-
Keputusan Donald Trump Hentikan Dana WHO Tuai Kritik Internasional
-
Jokowi Optimis Sektor Wisata RI akan Bangkit Perkasa Usai Pandemi Corona
-
Cucu Wali Kota Surabaya Lahir saat Wabah Corona, Ditunggui Pakai Masker
-
Jaga Kebugaran, Bek Tira-Persikabo Andy Setyo Bersepeda Hingga 60 Km
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua