Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Masa PSBB diperpanjang selama 28 hari dari 24 April sampai 22 Mei pukul 00.00 WIB.
Dalam pengambilan keputusan perpanjangan masa PSBB, Anies sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. Selain itu, pendapat para dokter Aahli penyakit menular dan dinas kesehatan juga dipertimbangkan.
Dalam pernyataannya, Anies mengakui selama fase pertama PSBB sebelum diperpanjang, masih banyak pelanggarannya. Mulai dari perkantoran diluar sektor pengecualian yang masih beroperasi hingga banyaknya kerumunan.
Karena itu, ia menyatakan pada fase kedua ini, pihaknya akan menggalakkan penegakan terhadap pelanggar. Aparat keamanan nantinya tidak akan memberikan toleransi lagi atas pelanggaran PSBB.
Selain itu, ia mengakui pasien positif Corona atau Covid-19 masih terus bertambah setiap harinya. Kendati demikian, ia juga mengklaim adanya kabar positif seperti menurunnya pemakaman dengan protap Corona.
Karena masa PSBB akan berlangsung bersamaan dengan Bulan Ramadan, ia juga menyebut umat Islam akan menjalankannya dengan cara berbeda. Kegiatan Ramadan seperti tarawih, buka puasa bersama, dan sahur akan dilakukan di rumah, bukan di masjid.
Ia lantas meminta agar masyarakat mematuhi segala ketentuan PSBB dengan baik di fase kedua ini. Dengan demikian, maka risiko penularan corona akan lebih kecil.
"Pemprov DKI Jakarta dengan mendengar pandangan para ahli di bidang penyakit menular dan juga diskusi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, maka kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Artinya periode kedua PSBB ini mulai tanggal 24 April sampai dengan 22 Mei 2020," ujar Anies di Balai Kota, Rabu (22/4/2020).
Berikut pernyataan lengkap Anies soal perpanjangan masa PSBB:
Baca Juga: Anies Sebut Pelanggaran PSBB Masih Banyak Terjadi Saat Fase Pertama
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Selamat malam dan salam sejahtera untuk semuanya
Dalam kesempatan ini, saya bersama pak Wakil Gubernur ingin menyampaikan update terkait rencana PSBB yang sudah berjalan dua minggu dan akan berakhir pada besok malam. Pertama, izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat rakyat Jakarta dan pihak-pihak yang sudah menjalankan PSBB sesuai dengan ketentuan.
Data yang kita miliki menunjukkan, bahwa pergerakan kasus positif Covid ini masih terus bertambah. Dan kecepatannya relatif tetap. Dan memang di berbagai belahan dunia pula yang mengalami masalah yang sama, semua membutuhkan waktu untuk ini bisa selesai.
Tapi juga di sisi lain, di Pemprov DKI Jakarta, kita memiliki data pemakaman dengan protap Covid-19 yang dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Biasanya selama minggu-minggu sebelumnya, angka itu bisa sampai 50 bahkan lebih dari 50 per hari.
Dalam beberapa hari terakhir ini, di kisaran 30-an sampai 40-an, bahkan pernah di 29 selama dua hari berturut-turut. Apakah ini perlambatan sementara? Apakah ini tren permanen? Nanti kita harus pantau. Mudah-mudahan ini tren permanen, artinya sudah mulai turun
Berita Terkait
-
Anies Sebut Pelanggaran PSBB Masih Banyak Terjadi Saat Fase Pertama
-
Ramadhan 2020 di Tengah Corona, Anies: Seperti Zaman Nabi Muhammad SAW
-
Anies: Ada Kantor Paksa Beroperasi, Akhirnya Karyawan Positif Corona
-
PSBB Jakarta Diperpanjang sampai 22 Mei 2020
-
PSBB Berakhir Besok, Positif Corona di DKI Capai 3.399 Kasus, 308 Meninggal
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Drama 45 Menit Evakuasi Korban Terjepit Kabin Ringsek di Candimas Natar
-
Benarkah Air Kelapa Bisa Mengobati Keracunan Makanan? Ini Penjelasan Dokter
-
Harga Pertamax Green 95 Sebesar Rp2.550 Mulai 2 September 2026 Tembus Rp19.150 per Liter
-
Eskalasi AS-Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Kerek Kekhawatiran Inflasi Global
-
Cara Mencegah Freckles Bertambah Banyak dan Makin Gelap, Jangan Abaikan Sinar Matahari
-
293 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, 8 Orang Kondisi Berat
-
Ulasan Buku Penghancuran Buku: Saat Buku Dibakar & Ingatan Dihapus
-
Diduga Hendak Curi Kabel, Pria Tanpa Identitas Tewas Tersengat Listrik di Gardu LRT Pancoran
-
Ini Kriteria Tokoh yang Diusulkan Dapat Gelar dan Tanda Kehormatan dari Pemerintah
-
Arkeolog Temukan Ribuan Struktur Misterius Suku Aquiry yang di Hutan Amazon