Suara.com - Pemerintah Australia telah meluncurkan COVIDSafe, aplikasi untuk melacak sebaran virus corona pada Minggu (26/4).
Lewat peluncuran aplikasi ini, pihak pemerintah juga berjanji akan membuat undang-undang yang mengatur privasi terkait aplikasi yang memungkinkan otoritas kesehatan melacak orang yag berpotensi terkena infeksi Covid-19 ini.
Melansir dari laman Channel News Asia, Australia sebenarnya telah berhasil mengurangi sebaran virus corona sebelum aplikasi ini dirilis. Namun pihak pemerintah tetap khawatir akan lonjakan yang nantinya mungkin akan muncul.
"Kami berhasil, tapi kami belum sepenuhnya menang," kata Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt pada pelucuran aplikasi tersebut.
Pemerintah Australia, menginginkan setidaknya 40 persen populasi menggunakan aplikasi dengan perangkat lunak TraceTogether Singapura ini supaya langkah ini bisa efektif.
Pun pemerintah menyebut aplikasi memanfaatkan sinyal bluetooth ini aman untuk digunakan karena tak sembarang orang bisa mengakses data yang ada di aplikasi.
"Tak ada yang bisa mengakses data di aplikasi, bahkan diri anda sendiri. Hanya otoritas kesehatan berijin resmi yang bisa mengakses data," tambahnya.
Lebih lanjut disebutkan, lonjakan angka kasus Covid-19 baru di Australia dan Selandia Baru berada di bawah 1 persen selama dua pekan terakhir. Hal ini menunjukkan sebaran virus corona di dua negara ini lebih rendah dibandingkan negara-negara lain.
Melihat turunnya kasus, pemerintah negara bagian Queensland dan Australia Barat pada Minggu (26/4) mengumumkan akan melonggarkan aturan karantina minggu ini, salah satunya dengan memperbolehkan pertemuan publik di ruangan yang lebih besar.
Baca Juga: 32.300 Kendaraan Langgar Aturan PSBB Periode Pertama di Jakarta
Sementara Victoria, negara bagian yang notabene merupakan wilayah terpadat kedua di Australia, masih enggan memberikan kelonggaran aturan karantina wilayah.
Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan hari Minggu (26/4), Australia mencatat total kasus Covid-19 mencapai 6.703, dengan jumlah kematian sebanyak 83 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya