Suara.com - Nilai total harga paket bantuan sembako yang diterima warga ibu kota, ternyata tak sesuai dengan yang dianggarkan oleh Pemerintah DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta menganggarkan paket sembako yang diberikan kepada warga membutuhkan tiap kepala keluarga (KK) seharga Rp 149.500, namun fakta yang ditemukan di lapangan berbeda.
Misalnya di RW 05 Kelurahan Cempaka Baru Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, masing-masing wilayah RT, warganya menerima paket sembako yang berbeda-beda. Warga RT 01 hanya sebagian KK yang mendapat sembako.
Dari penelusuran Suara.com, sembako yang dikemas dalam satu kardus berisi beras 5 kilogram, jika dinilai harga rata-rata di pasaran jadi Rp 50 ribu, sarden 2 kaleng merk Gaga ukuran 155 gram seharga Rp 15 ribu dan satu botol minyak goreng merk Tropical ukuran 1 liter, seharga Rp 15 ribu.
Kemudian 2 buah biskuit Roma Sari Gandum seharga Rp 12 ribu dan masker kain 2 pieces seharga Rp 10 ribu. Sehingga total nilai paket sembako tersebut seharga Rp 102 ribu.
Naim (50) warga RT 01 Rw 05 Kelurahan Cempaka Baru salah satu penerima bantuan sembako itu mengaku baru menerimanya pada Sabtu (25/4) malam. Padahal jadwal pembagian sembako di Kelurahan itu Sabtu 18 April 2020.
"Bantuan sembakonya molor, awalnya kata RT tanggal 18 April, lalu diundur tanggal 23 April dan baru dibagikan tanggal 25 April malam," kata Naim, Senin (27/4/2020).
Namun berbeda dengan RT 02 RW 05, Kelurahan Cempka Baru, sebagian warganya menerima bantuan sembako yang dibagikan Ketua RT dalam bentuk bingkisan kresek.
Bingkisan tersebut berisi beras dibungkus dalam kantong plastik berisi sekitar 2 kilogram, jika nilai harga rata-rata sekitar Rp 20 ribu, mi instan 2 buah seharga Rp 3 ribu, minyak goreng dalam plastik yang ukurannya tak sampai 1 liter seharga Rp 10ribu, satu saset teh tarik seharga Rp 2 ribu dan telor 4 butir seharga Rp 8 ribu. Jadi total nilai paket sembako itu seharga Rp 43 ribu.
Baca Juga: Warga DKI Keluhkan Bansos Corona; Kalau Dihitung Nggak Sampai Rp 100 Ribu
"Di sini Ketua RT-nya hanya membagikan dalam bentuk bingkisan kresek itu," ujar Uci, warga RT 02 RW 05 Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran.
Padahal Uci yang bekerja sebagai karyawan salah satu bank swasta tergolong warga yang belum layak mendapatkan bantuan sembako, karena masih aktif bekerja dan masih menerima penghasilan bulanan.
"Saya sebetulnya nggak berhak menerima, karena masih banyak warga yang lebih layak belum mendapatkan bantuan di sini," kata dia.
Sementara itu, Kepala Divisi Perkulakan Retail Distribusi Perumda Pasar Jaya Edison Sembiring Meiala mengatakan isi paket sembako yang dibagikan kepada warga terdiri dari 5 kilogram beras, 350 gram sarden atau kornet, makanan ringan, 1 liter minyak goreng, sabun mandi dan dua buah masker kain.
Selain untuk isi paketnya, besaran Rp 149.500 itu juga termasuk untuk pengiriman paket sembako ke rumah warga serta upah bagi pekerja yang melakukan pembungkusan maupun pengiriman yang berjumlah kurang lebih 300 orang.
"Isinya sama setiap paket untuk masyarakat," kata Edison saat dihubungi wartawan, Sabtu (11/4/2020).
Berita Terkait
-
Warga DKI Keluhkan Bansos Corona; Kalau Dihitung Nggak Sampai Rp 100 Ribu
-
Masuk Daftar Bansos Corona DKI, Anggota DPRD: Kelihatan Main Comot Nama Aja
-
Karut Marut Bansos PSBB DKI; Barang Tak Siap Hingga Penerima Salah Sasaran
-
Bansos Corona DKI Banyak Salah Sasaran, Golkar: Masih pakai Data Lama
-
Warga Bandingkan Bantuan Sembako Jabar dengan DKI dan 4 Berita Lainnya
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat