Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menyentil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disebut-sebut kembali akan membagikan masker gratis ke warga.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukanlah solusi baru yang disampaikan Anies Baswedan dalam menghadapi wabah virus corona.
Hal itu dibuktikan lewat unggahan yang dibagikan Guntur Romli melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (30/4/2020).
Dalam unggahan tersebut, terlihat pemberitaan Detik.com berjudul "Anies Akan Bagikan Masker Gratis ke Warga lewat Kelurahan dan RT-RW" yang disandingkan dengan berita CNNIndonesia.com "Anies Akan Bagikan 20 Juta Masker Gratis untuk Warga DKI".
Masing-masing berita tersebut diterbitkan pada Selasa (31/3/2020) dan Rabu (29/4/2020).
Senada dengan hal itu, lewat narasinya Guntur Romli ke menyoroti kedua berita tentang kebijakan Anies Baswedan tersebut.
"31 Maret: @aniesbaswedan akan bagikan masker. 29 April: @aniesbaswedan akan bagikan masker", cuitnya seperti dikutip Suara.com.
Ia lalu memberikan sindiran kepada Baswedan, "1 bulan ceritanya cuma 'akan bagikan masker 'Konfersi pers berulang kali".
Tak cukup sampai di situ, Guntur Romli pun menilai upaya Anies Baswedan untuk membagikan masker gratis kepada warga hanya membuang waktu.
Baca Juga: Gegara 13 Tenaga Medis Kontak Dengan PDP, Poli Bedah RSUD Bolmong Ditutup
Terlebih, DKI Jakarta kini tak hanya dihadapkan oleh wabah virus corona namun juga bencana banjir yang kembali merendam sejumlah kawasan beberapa waktu terakhir.
"Ini buang-buang waktu. Apalagi Jakarta ditambah banjir lagi beberapa hari ini," kata Guntur Romli, memungkasi.
Unggahan Guntur Romli tersebut tak pelak menyedot perhatian warganet yang juga mengkritik kebijakan Anies Baswedan.
"Yah seperti janji saat debat pilkada kemarin ,,bisanya cuma akan ,akan akan, dan terus akan ,,gak ada action nya," kata @dedejamhurry.
Sementara warganet lainnya justru menyentil Guntur Romli karena dinilai terlalu vokal memprotes kebijakan Anies Baswedan.
"Om kayanya postingannya Pak Anis mulu yang dikorek-korek dah lah kita berpikir positif ajah di bulan penuh berkah ini," kata @haer2700402.
Berita Terkait
-
Viral Bapak-bapak Pakai Masker di Dahi hingga Mau Jilat Hand Sanitizer
-
YAPL Pasok APD dan Masker ke Satgas Penanganan COVID-19 DKI Jakarta
-
Ilmuwan Ungkap Bahan Terbaik Membuat Masker Wajah di Rumah
-
Perangi Covid-19, Turki Kirim Peralatan Medis untuk Bantu AS
-
Kerennya Masker Kain Milik J-Hope BTS, Harganya Bikin Jantung Deg-degan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta