Suara.com - Seorang mahasiswa berinisial RP (30) alias Boyok ditangkap polisi di kamar rumahnya di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai karena terbukti memakai dan mengedarkan sabu di kampus. Penangkapan pelaku disaksikan Kepala desa (Kades) dan sejumlah warga.
Kasat Narkoba Polres Kuansing, AKP Sahardi mengatakan, dari pengungkapan tersebut berhasil diamankan barang bukti sebanyak 7 paket diduga Narkotika jenis sabu dengan berat kotor 3,79 gram.
"Pelaku ditangkap saat berada di dalam kamar rumahnya. Perannya selain mengedar juga memakai," ujar AKP Sahardi, Jumat (1/5/2020).
Dari kronologis penangkapan, satu pelaku ini berhasil ditangkap setelah dilakukan penyelidikan oleh anggota di lapangan untuk mengungkap peredaran Narkoba di Kecamatan Benai.
Saat dilakukan penggeledahan badan ditemukan 6 paket plastik bening diduga berisikan Narkotika jenis sabu di kantong celana saku sebelah belakang.
Sementara 1 paket lagi ditemukan di lantai kamar beserta satu buah sendok pipet, satu timbangan warna hitam merk HWH, satu handphone, satu bong, kaca pirek, mancis, plastik bening dan jarum kompor.
"Itu diakui sebagai miliknya, selanjutnya tersangka dan barang bukti langsung diamankan ke Polres Kuansing guna pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.
Berita ini sebelumnya dimuat Riauonline.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Bukannya Rajin Belajar, Mahasiswa Abadi Malah Jualan Sabu-Sabu"
Baca Juga: Pulang Kampung dari Bali, HP Dicokok Polres Kulon Progo Karena Bawa Sabu
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Sisi Gelap Fast Fashion: Industri Fesyen Penyumbang 10 Persen Emisi Global, Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Waspadai Sikap Ngawur Donald Trump, Pakar UGM Sarankan Diplomasi Halus Terkait Ide Keluar dari BoP
-
Ikut Terima Uang, Suami dan Anak Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Akan Dipanggil KPK
-
AHY Bicara ke Gen Z: Kota Boleh Global, Tapi Harus Tetap Berakar pada Identitas Lokal
-
Investasi Emas Digital Kian Diminati Generasi Muda, Pegadaian Perkuat Layanan Lewat Integrasi PRIMA
-
Gejolak Timur Tengah Jadi Sorotan! IKA-PMII Undang Wamenkeu Bahas Dampak Ekonomi Nasional
-
Minta RI Keluar dari BoP Bentukan Trump, Anies Singgung Pelopornya Melanggar Hukum Internasional
-
Gus Yahya Yakin Presiden Prabowo Punya Modal Kuat Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Nasib Warga Iran di Tengah Serangan AS-Israel
-
Lawan Judol & Hoaks, Indonesia Layangkan Peringatan Keras ke Meta