Suara.com - Seorang lelaki di India yang disuruh sang ibu berbelanja bahan makanan di warung saat lockdown guna memutus mata rantai penyebaran virus corona covid-19 justru pulang dengan membawa istri baru.
Sang ibu yang menyuruhnya belanja pun ngamuk sampai harus lapor polisi.
"Saya menyuruh anak saya beli bahan makanan hari ini, tapi saat ia kembali, dia menggandeng seorang wanita yang ternyata istrinya. Saya belum mau merestui mereka," kata sang ibu dengan berurai air mata, seperti dikutip dari Agensi Berita ANI, Jumat (1/5/2020).
Ihwal peristiwa yang terjadi di Sahibabad, India ini sebenarnya sang anak yang bernama Guddu sudah menikah diam-diam di luar kota sejak dua bulan lalu sebelum India lockdown.
"Kami sudah menikah namun akta nikahnya belum kami dapatkan karena tidak ada saksi. Tadinya saya ingin kembali ke kota Haridwar untuk mengurus, eh tapi malah lockdown," kata Guddu.
Sesaat setelah menikah, Guddu membawa istrinya Savita untuk tinggal di rumah kontrakan di Delhi.
Namun apes, karena kemudian India menerapkan lockdown, istrinya diminta keluar dari kontrakan.
"Hari ini saya membawa wanita yang baru saja saya nikahi ke rumah ibu saya soalnya Savita baru saja diusir dari kontrakan," kata Guddu menjelaskan.
Sang ibu sepertinya masih syok karena awalnya dia hanya menyuruh anaknya belanja tapi pulang-pulang kok malah bawa istri yang baru dinikahi diam-diam. Hati sang ibu pun belum luluh untuk menerima menantunya.
Baca Juga: Pakai Pesawat Jet, Militer India Ucapkan Terima Kasih Pada Petugas Medis
Untuk saat ini, kepolisian setempat harus turun tangan dan meminta pemilik kontrakan agar mau menampung Guddu dan istrinya, Savita.
Berita Terkait
-
Pakai Pesawat Jet, Militer India Ucapkan Terima Kasih Pada Petugas Medis
-
Perangi COVID-19, Uni Emirat Arab Kirim Bantuan 7 Ton Alat Medis ke India
-
Cara India Melacak Penyebaran Covid-19
-
India Perpanjang Lockdown Dua Pekan Lagi: Atur 1,3 Miliar Jiwa
-
Mulai Beroperasi, 1.200 Pekerja Migran di India Pulang Kampung Naik Kereta
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar