Suara.com - Hampir dua bulan Taman Margasatwa Ragunan Jakarta ditutup sementara guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Lantas bagaimana pasokan makanan satwa yang ada selama Ragunan tutup.
Kepala Pelaksana Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widarsana, mengatakan, bahwa stok pangan satwa di kebun binatang Ragunan aman tercukupi. Menurutnya, makanan bagi satwa di Ragunan sudah tercover anggaran APBD DKI Jakarta.
"Ketersediaan pakan satwa cukup sampai saat ini karena kita menggunakan APBD Provinsi DKI Jakarta," kata Ketut saat berbincang dengan Suara.com, di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2020).
Bahkan kata dia, stok makanan satwa Ragunan kekinian tercukupi selama satu tahun ini.
"Kita sudah dihitung kebutuhan selama satu tahun sudah mencukupi dan terpenuhi dan aman sampai dengan saat ini," katanya.
Sementara itu, salah seorang perawat harimau di Ragunan, Geoda mengatakan, bahwa tidak ada perbedaan pemberian makan selama kebun binatang di Jakarta itu ditutup. Menurutnya, hewan tetap diberi makan secara normal.
"Kalau untuk treatmentnya tidak ada perbedaan. Misalnya harimau kita kasih makan tetap satu ekor ayam hidup dan lima kilo daging celeng," katanya.
Untuk diketahui, saat ini Taman Margasatwa Ragunan untuk sementara ditutup guna menekan penyebaran virus Corona. Tak hanya Ragunan, Pemprov DKI juga menutup sejumlah destinasi wisata lain. Diantaranya Monas dan Ancol sejak 14 Maret lalu.
Baca Juga: Tetap Kerja, Perawat Satwa di Ragunan Akui Takut Tertular Corona
Berita Terkait
-
Tetap Kerja, Perawat Satwa di Ragunan Akui Takut Tertular Corona
-
Agar Satwa Tak Terpapar Corona, Ini yang Dilakukan Pengelola Ragunan
-
Wabah Corona di Jakarta Bikin Satwa di Ragunan Lebih Tenang
-
Harimau Kebon Binatang Ikut Puasa Selama Pandemi Karena Tak Ada Makanan
-
Separuh Pekerja Bonbin Ragunan Ternyata WFH, Begini Kerja Mereka
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK