News / Metropolitan
Selasa, 05 Mei 2020 | 13:01 WIB
Hisyam (25), Perawat hewan Kebun Binatang Ragunan Jakarta sedang memberikan makan seekor Jerapah, Selasa (5/5/2020). (Suara.com/Bagaskara).

Suara.com - Hampir dua bulan Taman Margasatwa Ragunan Jakarta ditutup sementara guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Lantas bagaimana pasokan makanan satwa yang ada selama Ragunan tutup.

Kepala Pelaksana Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widarsana, mengatakan, bahwa stok pangan satwa di kebun binatang Ragunan aman tercukupi. Menurutnya, makanan bagi satwa di Ragunan sudah tercover anggaran APBD DKI Jakarta.

"Ketersediaan pakan satwa cukup sampai saat ini karena kita menggunakan APBD Provinsi DKI Jakarta," kata Ketut saat berbincang dengan Suara.com, di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2020).

Bahkan kata dia, stok makanan satwa Ragunan kekinian tercukupi selama satu tahun ini.

"Kita sudah dihitung kebutuhan selama satu tahun sudah mencukupi dan terpenuhi dan aman sampai dengan saat ini," katanya.

Sementara itu, salah seorang perawat harimau di Ragunan, Geoda mengatakan, bahwa tidak ada perbedaan pemberian makan selama kebun binatang di Jakarta itu ditutup. Menurutnya, hewan tetap diberi makan secara normal.

"Kalau untuk treatmentnya tidak ada perbedaan. Misalnya harimau kita kasih makan tetap satu ekor ayam hidup dan lima kilo daging celeng," katanya.

Untuk diketahui, saat ini Taman Margasatwa Ragunan untuk sementara ditutup guna menekan penyebaran virus Corona. Tak hanya Ragunan, Pemprov DKI juga menutup sejumlah destinasi wisata lain. Diantaranya Monas dan Ancol sejak 14 Maret lalu.

Baca Juga: Tetap Kerja, Perawat Satwa di Ragunan Akui Takut Tertular Corona

Load More