Pada 2017, pemerintah Korea Selatan melaporkan 96 anak-anak dari Korea Utara tiba di negara itu tanpa orang tua mereka, menurut laporan media setempat.
Kim tidak pernah membayangkan bahwa dia akan menjadi pengasuh untuk anak-anak laki-laki itu.
Pengasuh permanen
Lima belas tahun yang lalu Kim bekerja di bidang penerbitan.
Dia menghabiskan waktu luangnya menjadi sukarelawan untuk Hanawon, sebuah fasilitas pemukiman kembali yang dikelola pemerintah Korea Selatan di Seoul, di mana semua pembelot Korea Utara harus tinggal di sana selama tiga bulan.
Di fasilitas itu para pembelot diberi kursus untuk mempersiapkan integrasikan mereka dengan masyarakat Korea Selatan.
Dia bertemu dengan seorang bocah lelaki bernama Ha-ryong, yang baru saja meninggalkan fasilitas pelatihan bersama ibunya.
Ibu itu berhasil mendapatkan pekerjaan, tetapi letaknya jauh dari rumahnya sehingga dia harus meninggalkan putranya sendirian di rumah.
Ha-ryong, 10 tahun pada waktu itu, meminta Kim menjadi pengasuhnya, sebuah peran yang akhirnya dia laksanakan secara permanen.
Baca Juga: Mengenal Sosok Kim Yo Jong yang Disebut-sebut Jadi Penerus Takhta Korut
Orang tua Kim sepenuhnya tidak setuju dan tidak mau bicara dengannya selama beberapa tahun.
Namun, Kim berkukuh mengasuh lebih banyak anak-anak Korea Utara.
Bocah yang paling lama tinggal dengannya adalah Cheol-gwang.
Cheol-gwang tiba di Korea Selatan pada Malam Natal 2012, saat ia berusia 11 tahun.
Dia dan saudara perempuannya mencoba melarikan diri dengan ibu mereka dari Korea Utara, tetapi mereka tertangkap dan ditahan petugas keamanan.
Dia dibebaskan sendirian, dan saudara perempuannya dibebaskan tiga bulan kemudian. Tetapi ibunya tidak pernah muncul kembali.
Berita Terkait
-
Alhamdulillah, Mulai Besok Muslim di Korsel Boleh Beribadah di Masjid
-
Salah Spekulasi soal Kesehatan Kim Jong Un, Para Pembelot Minta Maaf
-
Kabar Baik, Korea Selatan Siap Buka Kembali Sekolah Minggu Depan
-
KTT Nonblok, Jokowi: Dulu Lawan Imperialis, Kini Berjuang Ringankan Utang
-
Waspada Corona Gelombang Kedua, Korea Selatan Ubah Sistem Rumah Sakit
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan