Suara.com - Publik sosial media kembali dihebohkan oleh seorang pemuda yang dianggap menistakan agama Islam dengan membaca surat Al Fatihah dengan bertelanjang dada.
Dalam tayangan video yang diunggah pengguna Twitter Fathimah Aza pada Rabu (7/5/2020), seorang pria terlihat mengenakan headset dan dan melafalkan Surat Al Fatihah dengan nada dan sikap yang tidak biasa.
"Gue Rizal Alfalfa di sini," ucap pria tersebut di awal video.
Ia pun langsung melakukan aksinya dilengkapi selembar kain biru yang menutupi kepala dan kain putih yang menutup badan telanjangnya.
Alih-alih menyanyikan lirik lagu rock, Rizal justru melafalkan surat Al Fatihah yang dibaca dengan sedemikian rupa.
Tak hanya membentuk nada suaranya agar lebih berat, Rizal juga berlagak seperti seorang penyanyi yang sedang beraksi di atas panggung.
Ia kemudian melepas kain putih yang semula menutup badannya. Rizal lalu menghadap ke arah kamera dan menghentak-hentakkan badan sambil terus melafalkan ayat-ayat dalam Surat Al Fatihah sebanyak dua kali.
Di akhir videonya, ia hanya terkekeh menutup aksinya.
Video berdurasi 1 menit 25 detik ini pun kemudian diserbu warganet. Banyak yang menganggap bahwa aksi Rizal ini termasuk dalam perbuatan menistakan agama Islam sehingga tak jarang yang menuntut ia ditangkap.
Baca Juga: Anggota Dewan di Gresik Dapat BLT dari Pemkab, Ini Kata Mensos Juliari
"Ya Allah berilah hidayah kepadanya, terimalah tobatnya dan maafkanlah ketergelincirannya,jika tidak ya Rabb segerakanlah adzabmu padanya ..aamiin ya robbal'alamiin," tulis seorang warganet.
Sementara warganet lainnya menganggap aksi Rizal itu sebagai pencari perhatian.
"Apa untungnya ya?? hareudang. Sampai segitunya cuma pengin viral," kata warganet.
"Terus kalau udah viral, diciduk lalu dibikin pernyataan maaf plus materai 6000. Heran ya justru makin semangat manusia-manusia gila setengah setan bikin aksi pelecehan pada agama dan ulama!" timpal warganet lainnya.
Pengguna Twitter lainnya mengusulkan hukuman bagi pria dalam video tersebut.
"Tuh 'kan, tuman kalau cuma materai 6000 dan enggak ada hukumannya. Minimal kerja sosial deh, efek jera. Apa itu bersih-bersih sarana umum," tulis warganet.
Berita Terkait
-
ABG Diciduk Gegara Salat Sambil Joget TikTok: Saya Gak Sadar Jika Itu Salah
-
Epik! Preman Terkuat Mael Lee Dibikin Malu dengan Aksi Pemotor Ini
-
Lagu Aisyah Istri Rasulullah Kembali Dilecehkan, Gus Miftah Buka Suara
-
Ngilu Lihatnya, Cara Bikin Jera Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising
-
Emak-emak Minta Maaf usai Protes Bansos Jokowi, Publik: Kok Melempem Bu
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi
-
Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran
-
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?
-
Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel
-
Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK
-
4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan
-
Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok
-
Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya