Suara.com - Video penghinaan lagu 'Aisyah Istri Rasulullah' beredar di media sosial. Video tersebut meresahkan masyarakat hingga akhirnya pelaku diciduk pihak berwajib. Namun saat menjalani pemeriksaan, pelaku mengaku tak tahu siapa Aisyah.
Video pengakuan pelaku saat menjalani pemeriksaan ini pun juga tersebar di jagat maya.
“Kau nda tahu Aisyah itu siapa,” tanya seorang petugas.
“Tidak tahu,” jawab pelaku wanita yang menyanyikan lagu itu dalam video viral tersebut.
Sebelumnya, viral sebuah video yang menayangkan aksi seorang wanita memplesetkan lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’ dengan mengganti lirik Nabi dengan sebutan nama hewan.
Dalam video itu, tampak wanita ini menyanyikan lagu tersebut namun dengan lirik yang telah diganti dan dianggap menistakan agama.
“Aisyah romantisnya cintamu dengan bab*, dengan bab* kau bermain-main bulu,” kata wanita ini mengganti lirik lagu ‘Aisyah Istri Rasulullah’.
Dalam video berdurasi 29 detik itu, juga terlihat seorang pria berjoget di belakang wanita itu dengan hanya memakai handuk.
Mereka bahkan terlihat tertawa terbahak-bahak saat merekam video tersebut.
Baca Juga: Viral Video Aksi Telanjang Sambil Baca Al Fatihah, Panen Kecaman Warganet
Tak berlangsung lama, video itu pun viral di media sosial dan menuai kecaman dari warganet.
Saat ini, para pelaku dalam video itu telah ditangkap aparat kepolisian. Hal itu diungkapkan Kapolres Gorontalo AKBP Desmont Harjendro.
“Mereka di antaranya, AAR (21) yang bernyanyi, RA (21) berjoget mengenakan handuk, dan FYA (19) remaja putri lain yang berjoget,” kata Desmont, seperti dikutip dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Kamis (7/5/2020).
Ketiga pelaku merupakan warga Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
“Saat ini ketiga remaja tersebut telah diamankan di Polres Kota Gorontalo,” ujar Desmont.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, video viral tersebut pertama kali diunggah pelaku di aplikasi perpesanan WhatsApp pada Rabu, 6 Mei 2020.
Berita Terkait
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Viral Siswi SD di Palembang Jadi Korban Rudapaksa, Alami Kondisi Serius hingga Jalani Operasi
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!