Suara.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan akan memberikan kesempatan bagi masyarakat berusia di bawah 45 tahun untuk bisa bekerja di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
Mendengar hal tersebut, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai keputusan pemerintah itu bisa dilakukan asalkan ada jaminan kesehatan yang tinggi.
Anwar mengungkapkan sebagai orang yang beragama sedianya ada satu prinsip dalam Islam yang mesti dipegang yakni menjaga kesehatan dan keselamatan diri serta jiwa.
"Itu hukumnya wajib," ungkap Anwar kepada Suara.com, Senin (11/5/2020).
Anwar memastikan pihaknya tidak mempermasalahkan keputusan pemerintah tersebut. Asalkan kata dia, ada jaminannya kalau kesehatan dan keselamatan jiwa para pekerja terjaga dan terpelihara dengan baik.
Lebih lanjut, jika jaminan tersebut tidak bisa diberikan, maka sebaiknya pemerintah jangan dulu mengeluarkan keputusan seperti itu.
"Tapi kalau tidak ya jangan, karena tugas negara itu kan menjaga dan melindungi rakyatnya," ucapnya.
Menurutnya, langkah pemerintah yang memperbolehkan sebagian masyarakat untuk bekerja di tengah pandemi Covid-19 mesti juga melibatkan para ahli, dokter, dan ilmuan untuk menjamin keselamatan dari masyarakat itu sendiri.
"Kita takut kepada sesuatu karena kita tidak mau terancam eksistensi kita. Tapi kalau kita sudah tahu ilmu dan cara melindungi diri ya tidak masalah. Jadi karyawan juga harus dibekali dengan ilmu dan teknologi untuk melindungi diri," pungkasnya.
Baca Juga: Semua Transportasi Dibuka, MUI: Bepergian Hanya untuk Kondisi Darurat
Berita Terkait
-
Kisah Ubad, Perajin Tusuk Kue yang Kini Pasrah Ditengah Pandemi
-
Waduh, Pandemi Corona Covid-19 Ganggu Pertumbuhan Anak Indonesia
-
Hei Anak Muda! Kakek Nenek Daftar Jadi Relawan COVID-19 di Semarang
-
Kantor Masih Beroperasi saat PSBB DKI Akan Disegel hingga Denda Rp 10 Juta
-
KAI Operasikan Kereta Api Luar Biasa untuk Berbagai Rute
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila
-
Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026
-
Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma